Malaysia Ingin Santri Temboro Pulang, Pemprov Jatim Cari Jalan Keluar

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jumat, 24 Apr 2020 21:37 WIB
Direktur Jenderal Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah menyebutkan klaster baru penularan virus Corona. Klaster itu melibatkan 43 mahasiswa Malaysia yang baru pulang dari Temboro, Magetan.
Pemulangan santri Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan beberapa waktu lalu/Foto file: Sugeng Harianto
Surabaya -

Ponpes Al Fatah di Temboro, Magetan menjadi klaster penyebaran Corona. Delegasi Malaysia ingin santrinya yang masih ada di Temboro segera pulang semua.

Klaster Temboro terungkap usai ada 43 mahasiswa asal Malaysia positif Corona sepulang dari Temboro. Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim, dr Kohar Hari Santoso mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan perwakilan dari Malaysia. Kini, Kohar tengah mencari jalan keluar.


"Jadi ada delegasi dari Malaysia yang tadi siang merapat ke Grahadi. Jadi ada wakil Dubes Malaysia dan ada dari dinas pendidikan, dari imigrasi dan dari keagamaan. Kemudian dari kepolisian mereka sebenarnya berkeinginan supaya para santri yang asal Malaysia itu bisa dievakuasi ke Malaysia," kata Kohar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (24/4/2020).

Kohar menambahkan, pihaknya telah melakukan rapid test pada 118 santri. Hasilnya ada 14 yang reaktif rapid test.