Desa Ini Tutup Akses Jalan Meski Tak Ada Warga Terpapar Corona, Kenapa?

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 09:58 WIB
desa di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar melockdown jalan desanya
Warga tutup akses jalan meski tak ada yang terpapar Corona (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Sebuah desa di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar menutup akses jalan. Penutupan jalan ini bukan karena ada warganya positif terinfeksi virus Corona. Lalu kenapa?

Desa itu bernama Rejowinangun, sebuah desa sentra perajin jenang dan geti di wilayah Kabupaten Blitar. Sejak Selasa (21/4) lalu, sebanyak 13 ruas jalan di desa ditutup total mulai pukul 20.00 - 05.00 WIB.

Meski jalan desa, namun 13 jalan itu merupakan jalur alternatif dari Pasar Kademangan menuju Kecamatan Sutojayan. Jalan itu juga sangat ramai jika malam hari. Walaupun hanya ada satu dusun, namun Rejowinangun terdiri dari 4 RW dan 18 RT.

Kades Rejowinangun, Bagas Wigasto menyatakan, walaupun warga desanya tidak ada yang positif terinfeksi Corona, namun warga sepakat menutup akses jalan berdasarkan kajian selama 2 pekan sebelumnya.

"Kami akhirnya sepakat, 13 jalan desa itu harus ditutup mulai jam 8 malam sampai jam 5 esok paginya. Kesepakatan ini hasil kajian kami selama dua pekan," kata kades kepada detikcom, Kamis (23/4/2020).

Menurut Bagas, ada dua faktor mengapa warga sepakat ada penutupan total 13 jalan di desa mereka. Pertama, hampir 30 persen warga Desa Rejowinangun bekerja di luar kota. Akibat adanya kebijakan imbauan tidak mudik, ternyata banyak pemudik menyelinap datang ke kampungnya pada malam hari.

Unik dan Lucu! Dengan APD, Petugas Ini Senam dan Hibur Warga Karantina:

Selanjutnya
Halaman
1 2