Khofifah Kirim Bunga dan Dengar Curhatan Tenaga Medis Wanita di Hari kartini

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 22:28 WIB
khofifah video conference dengan dokter dan tenaga medis di hari kartini
Khofifah video conference dengan dokter dan tenaga medis di Hari Kartini (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Di momentum peringatan Hari Kartini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi pada tenaga kesehatan wanita yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19. Khofifah memberikan bunga kepada dokter hingga perawat di sejumlah RS di Jatim.

"Kita akan mendengarkan kisah para pahlawan perempuan di garda terdepan COVID-19 di Jatim. Ada bunga yang merupakan salam hangat kami, selamat hari Kartini. Terima kasih untuk perjuangannya merawat pasien," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (21/4/2020).

Dalam video conference, Khofifah menyapa sejumlah dokter di beberapa RS di Jatim. Salah satunya, Ketua Satgas COVID-19 RS Saiful Anwar Malang, Dr. dr Susanthy Dj, Sp.P (K).

dr Susanthy menceritakan bagaimana dirinya tak pernah membayangkan menjadi bagian dari pencanangan COVID-19. Dia juga harus ikhlas bekerja demi kesembuhan pasien meski waktu berkumpul dengan keluarga kini berkurang.

"Kami terima kasih kepada keluarga kami karena keluarga kami sangat mendukung dan bisa mensupport dengan segala kekurangan kami ini untuk membagi waktu terhadap keluarga dan itu yang kita ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang sama-sama berjuang dan jarang bertemu keluarga," ujar Susanthy.

Di kesempatan yang sama, Ketua Institut of Tropical Disease Unair, Prof. Dr. dr Maria Lucia Inge Lucida SpMK juga menceritakan suka dukanya saat timnya melakukan pemeriksaan sampel PCR pasien dari berbagai daerah di Indonesia.

"Teman-teman yang bekerja, yang melakukan pemeriksaan sampel mereka bekerja sampai malam di dalam mendeteksi virus Corona dengan cara PCR," imbuhnya.

Bahkan Inge menyebut, pihaknya pernah melakukan pemeriksaan 2.600 sampel dari beberapa RS di Jatim.

"Kita tetap semangat walaupun kadang-kadang kok belum datang lagi (sampelnya). Beberapa waktu lalu sempat ada 2.600 tes dan kami mengerjakannya dari berbagai rumah sakit di seluruh Rumah Sakit Jawa Timur," cerita Inge.

(hil/iwd)