Ajak Senam dan Curhat, Cara Tim Medis Hilangkan Kejenuhan Pasien Corona

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 10:43 WIB
Perawat RS Unair Sempat Cemas Saat Akan Rawat Pasien Corona
Perawat RS Unair berfoto hilangkan kecemasan (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Menjalani isolasi di rumah sakit selama 14 hari tanpa kunjungan dari sanak saudara menjadi risiko pasien positif Corona. Rasa jenuh, stress dan ingin pulang karena merindukan keluarga pun dirasakan tiap pasien.

Namun, untuk menghilangkam kejenuhan yang dapat memicu pasien stress, RS Unair Surabaya tak hanya memberikan beberapa fasilitas kepada pasien Corona. Tetapi juga memberikan beberapa metode yang bisa dilakukan pasien bersama dengan tenaga medis.

Salah satu metode itu adalah melakukan senam bersama. Senam yang diterapkan RS Unair ini untuk meningkatkan imun pasien dan membiasakan pasien hidup sehat dengan berolahraga.

"Biasanya kita mengajak senam bersama dengan gerakan tubuh ringan," kata salah satu perawat COVID-19 di RS Unair Surabaya Nissa Aruming Sila saat dihubungi detikcom, Selasa (21/4/2020).

Metode senam ini merupakan ide dari RS Unair sendiri. Dengan senam ini, Nissa mengatakan, pasien juga bisa sambil mengedukasi pasien lain jika mereka suda sembuh. Salah satunya dengan melakukan senam.

"Kreativitas gerakan simple biar bisa meng eksersais. Mereka takut akan kondisinya, karena ini dianggap memtikan oleh masyarakat," jelasnya.

Hal ini juga salah satu untuk menghibur pasien. Sebab, mereka sendirian di rumah sakit tanpa ada keluarga yang mendampingi. Selain senam, para tenaga medis juga menerima curhat para pasien sambil memberikan edukasi.

Para tenaga medis dan pasien juga tak jarang bertukar cerita sambil bercanda. Hal itu juga sebagai salah satu cara saling menghilangkan jenuh dan stres.

"Ada yang mengajak curhat lama, diajak ngobrol, kadang kita becanda-becanda menghibur diri," katanyam

Jika pasien yang dirawat mengaku takut akan penyakit ini, jelas Niss, pihaknya pun merasa takut stigma negaitf dari masyarakat.

"Nggak boleh dijenguk keluarga merasa sendirian. Belum lagi kalau pulang gimana, karena stigma masyarakat. Mereka takut, kita juga takut," pungkasnya.

(fat/fat)