Duka PDIP Surabaya Atas Wafatnya Perawat RS Siloam Sebagai Pejuang Corona

Duka PDIP Surabaya Atas Wafatnya Perawat RS Siloam Sebagai Pejuang Corona

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 16 Apr 2020 19:35 WIB
perawat meninggal karena corona
Foto: Istimewa
Surabaya - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya perawat senior Hastuti Yulistiorini dari Rumah Sakit Siloam Surabaya akibat COVID-19. Hastuti meninggal pada Kamis (16/4/2020) pukul 06.09 WIB. RS Siloam adalah salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Surabaya.

"Dari lubuk hati yang terdalam, keluarga besar PDI Perjuangan Surabaya benar-benar berduka dengan wafatnya Ibu Hastuti Yulistiorini. Semoga beliau husnul khotimah, mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kepada keluarga Ibu Hastuti Yulistiorini, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran," ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono, Kamis (16/4/2020).

"Duka cita juga kami sampaikan kepada keluarga besar insan kesehatan di Surabaya dan Indonesia secara umum. Kembali wafatnya seorang tenaga kesehatan dalam perang melawan COVID-19 menjadi keprihatinan kita semua. Jasa baik dan kerja keras seluruh insan kesehatan di Indonesia tidak akan pernah kami lupakan," imbuh Adi yang juga ketua DPRD Kota Surabaya.

Adi mengatakan para tenaga kesehatan layak menjadi teladan bagi kita semua tentang nilai-nilai dedikasi, keikhlasan, dan total dalam bekerja. "Mereka rela mengorbankan semuanya, bersusah payah, lelah jiwa dan raga demi menyelamatkan raga yang lain. Semoga Tuhan senantiasa melindungi para tenaga kesehatan dan kita semua," ujar Adi.

Adi mengajak masyarakat serta pemerintah untuk memberi apresiasi kepada para tenaga kesehatan. Adi prihatin masih ada perundungan (bullying) kepada para tenaga kesehatan, baik di media sosial maupun kehidupan nyata keseharian. Bahkan, ada tenaga kesehatan yang tak lagi diterima di lingkungannya karena dinilai sebagai pembawa virus setelah seharian berjibaku menyelamatkan pasien di rumah sakit.

Adi mengaku merasakan betul pengorbanan seorang tenaga kesehatan. "Ada kolega saya, seorang dokter, sudah hampir sebulan ini tak lagi ke rumah orang tuanya, demi menjaga orang tuanya, karena dia juga tak tahu apakah sebagai carrier virus atau tidak setelah tiap hari di rumah sakit. Itulah pengorbanan luar biasa tenaga kesehatan, rela memendam kangen ke orang tua yang sudah sepuh demi berjuang melawan COVID-19," ujarnya.

Sebagai ketua DPRD Kota Surabaya, Adi menambahkan, pihaknya akan mendorong Pemkot Surabaya untuk terus memberi apresiasi kepada para tenaga kesehatan.

"Saya melihat Pemkot Surabaya terus membantu memenuhi kebutuhan APD ke tenaga medis. Juga berbagai macam vitamin. Ke depan harus dijaga dan ditingkatkan, termasuk memberi insentif-insentif," tandas Adi. (hil/iwd)