5 Senyawa Bakal Calon Obat Corona Belum Juga Dipublish, Apa Kendalanya?

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 13 Apr 2020 15:30 WIB
Anggota Tim Riset Covid-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih
Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Tim Riset COVID-19 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya belum mempublikasikan lima senyawa bakal calon obat Corona. Pasalnya, saat ini tim riset masih memulai menulis jurnal. Apa kendalanya?

Anggota Tim Riset COVID-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi mengaku untuk proses penulisan jurnah tidaklah mudah.

"Belum. Tulisannya saja belum selesai, belum di-submit. Nulis saja kan tidak gampang (Harus Bahasa Inggris, harus standart, red," kata Nyoman saat dihubungi detikcom, Senin (13/4/2020).

Dia menegaskan, yang jelas penelitian lima senyawa ini akan terus berjalan. Karena harus melalui tahap selanjutnya, yaitu uji in vitro (uji pada media buatan) dan in vivo (uji klinis pada manusia) kepada lima senyawa agar layak sebagai obat.

"Nanti dilihat efektivitasnya sebagai obat. Risetnya masih terus, kita masih menulis," ujarnya.

Menurutnya dalam penulisan jurnal lima senyawa bakal calon obat Corona ini tidak memiliki kendala. Hanya waktu untuk menyelesaikan, karena terus melakukan pengujian senyawa dan penulisan.

"Itu kan butuh pemikiran. Nulis jurnal kan nggak mudah, lebih mudah ngerjakan di lab," katanya.

"Mangkanya ini kita masih mikir, nunggu sampai selesai (Beberapa uji) baru publis atau publis dulu (lima senyawa). Karena semua punya risiko," tambahnya.

Menurutnya, jika tim riset sudah mempublis lima senyawa dalam bentuk jurnal, maka bisa dikerjakan oleh orang lain dan menjadi risiko. Karena jika sudah dipublis, maka bisa dianggap jurnal tersebut milik umum.

Kini, pihaknya sudah melakukan riset lebih lanjut. Maka untuk publikasi menjadi ragu-ragu. Apakah riset dilanjut sampai tahap pengujian atau sampai penelitian lima senyawa saja.

"Sebenarnya, jika jurnalnya nanti di-launch di masyarakat, kemudian masyarakat ingin nyoba sintesis dengan peralatan yang lebih lengkap ya didahului dari kita, kita malah seperti bukan yang menemukannya. Seharusnya kan diproses paten dulu, tapi kita tidak ngurus paten, kita uji-uji dululah supaya cepat dapat hasil," pungkasnya.

Unair Surabaya menemukan lima senyawa untuk penanganan virus Corona. Bakal calon obat itu disebut lebih kuat dari chloroquine dan avigan. Lima senyawa ini disintesis berdasarkan bahan alam, lalu dimodifikasi dengan sintesis secara kimia.

Bakal obat corona dari lima senyawa ini melibatkan Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati (Biom Unair) dan Institute of Tropical Disease (ITD).

Pria Asal Garut Ini Klaim Ciptakan Obat Herbal untuk Corona:

(fat/fat)