Warga Ponorogo Jadi Korban Gendam Bermodus Pembagian Masker Gratis

Charolin Pebrianti - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 11:42 WIB
Pandemi virus Corona dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Bermodus membagikan masker, pelaku menghipnotis korban dan mengambil uang serta cincinnya.
Korban gendam di Ponorogo (duduk)/Foto: Istimewa
Ponorogo -

Pandemi virus Corona dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Bermodus membagikan masker, pelaku menghipnotis korban dan mengambil uang serta cincinnya.

Nasib buruk itu dialami Sinarwati (45), warga Desa Wilangan, Kecamatan Sambit, Ponorogo. Ia jadi korban gendam hingga uang Rp 500 ribu dan cincin 2 gramnya raib.


Kapolsek Sambit AKP Sutriatno mengatakan, pada Selasa (7/4) sekitar pukul 10.15 WIB, korban tengah mengupas jagung di halaman rumahnya. Kemudian datang dua orang pelaku, satu perempuan dan satu laki-laki.

"Keduanya mengaku dari Dinkes mau membagikan masker gratis. Setelah masuk rumah, korban langsung ditepuk tangannya," tutur Tri kepada detikcom, Rabu (8/4/2020).

Tri menambahkan, kemudian korban yang dalam pengaruh gendam menuruti keinginan pelaku yang meminta tas. Akhirnya korban pun mengeluarkan uang Rp 500 ribu dan cincin emas 2 gram.

Dikejar Korban Hingga Jatuh Tersungkur, 2 Jambret Dibekuk Polisi!:



"Korban waktu itu sendiri, tetangga juga tidak ada yang tahu," terang Tri.

Beberapa ciri pelaku, lanjut Tri, memakai sepeda motor, yang laki-laki mengenakan celana hitam dan baju batik. Sedangkan yang perempuan memakai baju putih dan hitam.


Keduanya memakai masker saat mengelabui korban. Usia pelaku yang laki-laki sekitar 40 tahun. Sedangkan usia yang perempuan sekitar 30 tahun. Ia membawa ransel berwarna hitam.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal yang menawarkan apa saja. Apalagi dengan situasi seperti ini, diharapkan masyarakat waspada. Kalau misalkan ada pembagian seharusnya dari perangkat desa. Kalau tidak dikenal kan bisa jadi modus saja, kalau ketemu dengan seperti ini ditolak saja," pungkas Tri.

(sun/bdh)