PDP di Kabupaten Probolinggo Tambah 2 Orang, Satu ODP Meninggal

M Rofiq - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 08:07 WIB
Pemakaman odp di probolinggo sesuai protap
Pemakaman ODP corona di Probolinggo (Foto: Istimewa)
Probolinggo -

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Probolinggo tambah 2 orang, berdasarkan data yang dirilis Gubernur Jatim, Senin (6/4/2020). Total PDP menjadi 8 orang. Sedangkan satu ODP meninggal sebelum rapid tes dan swab.

Jubir Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto membenarkan ada dua PDP. Mereka berasal dari Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura dan Desa Sidorejo, Kecamatan Kotaanyar.

Anang menjelaskan PDP asal Sukapura warga asal Sidoarjo. Ke Probolinggo untuk menjenguk neneknya. Karena sakit dengan keluhan sesak nafas, akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

"Lantaran berasal dari daerah episentrum sebaran Covid-19, kini dirawat di RSUD Waluyojati, Kraksaan," ujar Anang saat dikonfirmasi, Selasa (8/4/2020).

Sedangkan PDP asal Kecamatan Kotanyar, jelas Anang, sebelumnya bekerja di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Karena sakit dan sesak nafas, pulang ke desanya. Untuk penanganan lanjutan, akhirnya menjalani perawatan medis di RSUD Waluyojati, Kraksaan.

Sementara Senin sekitar pukul 10.50 WIB, seorang ODP di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo meninggal. Pasien bekerja di Bali dan beberapa hari sudah sakit.

Dinyatakan ODP, lantaran laporannya baru masuk hari ini. Sementara saat dilakukan upaya pemeriksaan, pasien akhirnya meninggal.

"Bersangkutan ini belum sempat rapid test dan swab," pungkasnya.

Sebelumnya, jumlah ODP per tanggal 6 April 2020 sebanyak 248 orang. 207 Kasus masih dipantau dan 41 sudah dipantau. PDP berjumlah 8 orang, 2 dalam perawatan, 3 sembuh dan 3 meninggal. Untuk orang dinyatakan positif Covid-19, masih nihil atau nol.

(fat/fat)