Satu PDP Corona di Tuban Meninggal, Ikut Pelatihan Haji di Surabaya

Ainur Rofiq - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 21:10 WIB
RSUD dr Koesma Tuban
RSUD dr Koesma Tuban (Foto: Icha)
Tuban -

Seorang perawat berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona asal Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, meninggal. Pasien pria berusia 54 tahun ini meninggal pukul 16.00 WIB, Senin (6/4/2020) setelah menjalani perawatan medis di ruang isolasi RSUD dr Koesma Tuban selama 5 hari.

"Kalau dirawatnya lima hari ya di RSUD dr Koesma. Tapi dinyatakan PDP itu sejak tanggal 18," jelas Kadinkes Tuban Bambang Priyo Utomo kepada detikcom saat dikonfirmasi.

Pasien ini, jelas dia, terjangkit virus corona setelah mengikuti pelatihan petugas haji di Sukolilo Surabaya. Sementara 10 orang lainnya dalam keadaan sehat. Setelah sepekan pulang, korban demam tinggi ditambah batuk dan flu hingga sesak nafas.

"Klaster Sukolilo ini. Jadi awalnya 11 petugas yang ikut pelatihan petugas haji itu sehat semua saat pulang. Baru seminggu setelah itu korban alami panas tinggi, batuk pilek ada sesak nafasnya," tambahnya.

Dia menuturkan proses pemakaman korban PDP ini dilakukan malam ini di wilayah Kecamatan Semanding, sesuai protap.

Sementara itu jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Tuban hingga Minggu (5/4) berjumlah 9 orang.

Sebelumnya, tercatat ada 7 PDP. Dan satu PDP asal Kecamatan Tambakboyo dinyatakan sehat dan boleh pulang.

Jumlah PDP corona itu tersebar di 6 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban. Di antaranya, Kecamatan Palang ada 2 orang berstatus PDP, Plumpang 1 PDP, Semanding 1 PDP, Tuban 1 PDP, Jenu 1 PDP, Bancar 1 PDP, dan Bangilan 1 PDP.

Lalu peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Tuban untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat ada 399 orang. Sedangkan jumlah ODP yang selesai dalam pemantauan sebanyak 107 orang. Sehingga ODP sebanyak 292 orang.

Kadinkes Tuban mengimbau kepada masyarakat Tuban untuk tetap menjaga pola hidup sehat, bahkan saat ini setiap orang diwajibkan menggunakan masker untuk pencegahan penularan covid 19.

(fat/fat)