Pekan Depan, Unair Akan Publikasikan Lima Senyawa Obat Corona

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 18:52 WIB
Anggota Tim Riset Covid-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih
Anggota Tim Riset Covid-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Tim Riset Covid-19 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya akan mempublikasikan 5 senyawa bakal obat corona pekan depan. Saat ini pihaknya sedang memulai menulis untuk dipublikasi.

Anggota Tim Riset Covid-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi berharap tulisan itu bisa terbit pekan depan.

"Mudah-mudahan seminggu selesai, ditargetkan seminggu dari sekarang. Supaya bisa terbit seminggu berikutnya. Mudah-mudahan minggu depan bisa submit. Kita berharapnya positif," kata Nyoman kepada detikcom di gedung Institute of Tropical Disease (ITD) Unair, Jumat (3/4/2020).

Dia mengatakan, jika proses penulisan jurnal tidak membutuhkan proses yang panjang. Namun harus berbahasa Inggris dan standart.

"Menulisnya sih nggak butuh proses panjang, tapi tulisannya kan harus Bahasa Inggris, harus standart, saintifiknya harus kena," ujarnya.

Saat ini, timnya sedang menulis jurnal. Timnya ingin mempublikasi di jurnal yang terbit mingguan dan khusus publikasi terkait Covid-19.

"Nah kita inginnya dimasukkan kesana (Jurnal khusus publikasi Covid-19) setiap minggu terbit. Harapan kita bisa masuk di situ bisa lebih cepet terbitnya, kalau bisa lebih cepet bisa meng-anouce namanya. Sehingga kalau orang mau mengklaim nggak bisa, jurnal sudah punya Unair," jelasnya.

Nyoman menambahkan jika sudah dipublikasi, maka sudah dapat disampaikan nama senyawanya.

"Kalau sekarang ya belum. Nanti kalau ditunjukkan sekarang orang bisa langsung bajak ngeklaim, habis kita. Jadi etika keilmuan seperti itu," kata dia.

"Mangkanya kalau dicecer ini namanya apa mohon maaf kami kasih kode dulu, misalnya A kof Unair 51 paling baik, ada 52, 53 sampai 55," tambahnya.

Sama halnya dengan obat, lanjut Nyoman, jika orang menjual obat tidak akan memberi tahu bahan aktifnya dulu. Setelah sudah pasti akan bahan aktifnya, baru diberi tulisan dan diedarkan.

"Kalau enggak kan dibajak orang, orang buat dulu ya sia-sia energinya (membuat bahan)," pungkasnya.

Unair Surabaya menemukan lima senyawa untuk penanganan virus corona. Bakal calon obat itu disebut lebih kuat dari chloroquine dan avigan. Lima senyawa ini disintesis berdasarkan bahan alam, lalu dimodifikasi dengan sintesis secara kimia.

(fat/fat)