Lima Senyawa Obat Corona Temuan Unair dari Bahan Kimia

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 18:02 WIB
Anggota Tim Riset Covid-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih
Tim Riset Covid-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menemukan lima senyawa sebagai kandidat untuk penanganan virus corona. Bakal calon obat itu disebut lebih kuat dari chloroquine dan avigan.

Bahan-bahan bakal calon obat dari lima senyawa kandidat ini semua dari kimia. Tak ada bahan herbal yang digunakan untuk obat corona.

Anggota Tim Riset Covid-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi mengatakan bahan seperti avigan yang digunakan avipiravir merupakan bahan kimia, bukan bahan herbal. Bahan-bahan kimia yang digunakan untuk sintesis ini, nantinya ada yang layak menjadi obat.

"Nanti kan pasti dicek, efektivitasnya, in vivo analisisnya. Kalau sudah oke, misalnya efisien atau tidak, efektif atau tidak baru bisa diteruskan untuk digunakan sebagai bahan obat. Memang ada uji-ujinya," kata Nyoman kepada detikcom di Gedung Institute of Tropical Disease (ITD) Unair, Jumat (3/4/2020).

Nyoman menegaskan, kelima senyawa itu memakai bahan kimia. Akan tetapi, desainnya berdasarkan herbal.

"Jadi hibrida (Hasil persilangan antara satu atau dua populasi yang berbeda) dari bahan herbal plus sintetik. Nah ini dikombinasi dengan menambah beberapa residu (Sesuatu yang tertinggal dalam proses kimia) di rantai-rantai samping dari senyawa itu," ujarnya.


Menurutnya, jika herbal komponennya tidak tunggal. Sedangkan kelima senyawa ini merupakan single subtance atau senyawa tunggal.

Senyawa itu sama seperti avigan yang senyawa tinggalnya favipiravir. Sedangkan klorokuin ya klorokuin, satu senyawa tunggal.

"Kalau herbal kan campuran kayak jamu kan senyawanya macam2 cuman yg dominan senyawa X misalnya. Tapi tetap saja, harus senyawa tunggal yang harus digunakan (untuk corona). Itu bedanya," jelasnya.

Kelima senyawa ini, timnya menemukan pada awal Februari. Tapi senyawa itu bukan senyawa yang dibuat baru.

Dia menjelaskan, jika senyawa ini sebenarnya sudah beberapa jadi koleksi Unair. Terdapat 132 senyawa dan dicoba lima yang positif baik. Bahkan, dia cerita, jika di luar negeri ada peneliti yang mencoba 686 juta senyawa. Hanya 11 senyawa yang bisa menjadi kandidat.

"Jadi kalau bidang ilmu di sintesis ya biasa orang kerjaannya ya sintesis. Jadi di jurnal yang sudah terbit ada orang yang mencoba 686 juta senyawa yang bagus 11, itu baru kandidat juga nyebutnya. Kita lumayan, baru 132 dan sudah dapat lima yang bagus. 132 Koleksinya Unair," pungkasnya.

(fat/fat)