Akses Masuk ke Kota Mojokerto Ditutup Total Selama 2 Jam Malam Ini

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 18:59 WIB
penutupan jalan di mojokerto
Salah satu jalan yang ditutup di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Semua jalan masuk ke Kota Mojokerto akan ditutup total selama dua jam malam ini. Selama penutupan akses masuk dilakukan, seluruh warga Kota Onde-onde diimbau tetap di rumah untuk mengikuti doa bersama lintas agama agar wabah corona segera berakhir.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan wabah corona saat ini semakin luas. Baik di tingkat nasional, Jatim, maupun di Kota Mojokerto sendiri. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini mengeluarkan Surat Keputusan nomor 188.45/186/417.111/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Corona.

Menurut dia, status keadaan darurat ditetapkan selama 60 hari. Yakni 31 Maret-29 Mei. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto juga mengeluarkan fatwa nomor 07/FAT-MUI/III/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang salat berjamaah di Masjid dan salat Jumat dalam Situasi Covid-19.

"Forkopimda bersama para tokoh lintas agama telah menyepakati Maklumat Bersama bertanggal 31 Maret 2020 yang berisikan berbagai ketentuan. Di antaranya, melaksanakan salat Jumat diganti salat zuhur di rumah atau di tempat kerja masing-masing. Salat lima waktu secara berjamaah di masjid dan musala sementara diganti salat di rumah masing-masing," kata Ning Ita kepada detikcom, Kamis (2/4/2020).

Tidak hanya itu, Ning Ita juga mengimbau umat agama lainnya menunda kegiatan yang mengundang kerumunan orang. Sebagai gantinya, dia mengajak seluruh warga Kota Mojokerto untuk doa bersama lintas agama di rumah masing-masing setiap Kamis pukul 18.00-19.00 WIB.

Menurut dia, doa bersama akan dipandu oleh pemuka agama masing-masing secara live streaming di situs gemamedia.mojokertokota.go.id. Pihaknya telah menyiapkan kanal live streaming untuk masing-masing agama. Mulai dari Islam, Protestan, Katolik, Budha, Hindu hingga Khonghucu.

"Semoga dengan kolaborasi, sinergi dan kegotongroyongan dari seluruh elemen masyarakat, wabah Covid-19 dapat kita kalahkan bersama-sama," tegasnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Mojokerto Kiai Faqih Usman juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk doa bersama lintas agama di rumah masing-masing malam nanti. Dia berharap dengan doa bersama, wabah corona di Indonesia segera berakhir.

"Untuk warga Kota Mojokerto semoga diselamatkan dari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama dari corona, untuk merapatkan persatuan dan kesatuan, serta supaya Masyarakat selalu tenang," terangnya.

Terkait doa bersama lintas agama malam nanti, seluruh jalan masuk ke Kota Mojokerto akan ditutup total mulai pukul 17.30-19.30 WIB. Titik jalan yang ditutup yaitu simpang jembatan utara Jetis, Jembatan Padangan Gedeg, simpang 4 Sekarputih, simpang 3 Kedungsari, simpang lima Meri, simpang 4 Gatoel, simpang 4 Bentar, simpang 3 Penarip, simpang 4 Murukan, serta Jembatan Pulo.

"Semua kendaraan yang menuju ke Kota Mojokerto kami larang masuk, kami alihkan ke jalan lain. Untuk warga kota yang pulang pada jam tersebut harus menunggu sampai doa bersama selesai," tandas Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Marita Dyah Anggraini.

(iwd/iwd)