PDP Corona Tak Bisa Tes Swab Gegara VTM Habis, Ini Upaya Dinkes Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 22:10 WIB
RSUD Prof dr Soekandar
RSUD Prof Dr Soekandar/Foto file: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Habisnya Virus Transport Media (VTM) di rumah sakit rujukan corona Kabupaten Mojokerto mengakibatkan Pasien dalam Pengawasan (PDP) tak bisa menjalani tes swab. Akibatnya, para pasien terpaksa harus bertahan lebih lama di ruang isolasi. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat sedang berupaya untuk mengatasinya.

Yakni RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang saat ini kehabisan stok VTM. Rumah sakit pelat merah ini menjadi rujukan untuk pasien corona di Bumi Majapahit.

Direktur RSUD Prof Dr Soekandar dr Djalu Naskutub mengatakan, saat ini pihaknya merawat 8 PDP corona di ruang isolasi. Dari jumlah itu, hanya 2 PDP yang sudah diambil swab-nya untuk dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Sementara 6 PDP lainnya belum bisa dites swab karena stok VTM di tempatnya sedang habis. Tanpa menggunakan VTM, sampel swab tidak bisa dibawa ke BBLK Surabaya. Karena virus corona yang mungkin ada di dalamnya bakal mati sebelum diperiksa di laboratorium.


"Kami sudah berusaha membeli dari rekanan di Jakarta 10 VTM dan mengajukan ke Pemprov Jatim 10, tapi belum datang. Dijanjikan secepatnya, baik pemprov maupun rekanan," kata dr Djalu saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (1/4/2020).

Habisnya VTM, menurut dr Djalu juga menjadi keluhan rumah sakit lainnya yang menjadi rujukan pasien corona. Kondisi ini diperparah dengan proses pemeriksaan sampel swab PDP yang dinilai terlalu lama. Yakni memakan waktu hingga 4-5 hari.

Tak kunjung adanya VTM ditambah lamanya pemeriksaan sampel swab di laboratorium memaksa para PDP untuk betah di ruang isolasi. Karena para pasien tidak diizinkan pulang selama belum ada hasil tes swab.

"Harapan kami sama dengan seluruh rumah sakit rujukan corona, yaitu VTM segera turun, pemeriksaan cepat selesai. Sehingga pasien yang negatif corona segera bisa kami pulangkan," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2