900 Penjual Soto hingga Pecel Lele Pulang ke Lamongan, Begini Kondisinya

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 22:49 WIB
Wabah corona yang melanda Indonesia membuat perantau diimbau untuk tidak mudik Lebaran atau pulang mudik dadakan. Salah satu perantau yang diimbau tidak mudik ialah penjual pecel lele Lamongan.
Bupati Fadeli dan Gubernur Khofifah/Foto: Faiq Azmi
Surabaya -

Bupati Lamongan Fadeli mengimbau warga yang merantau di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, tidak mudik dan pulang kampung di tengah wabah corona. Menurutnya ada sekitar 4.000 warga Lamongan yang berdagang makanan di Jakarta.

"Yang berjualan soto ayam, pecel lele, sari laut, tahu campur saja di Jakarta ada sekitar 4.000 orang," kata Fadeli di Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3/2020).

Fadeli menyebut, saat ini sudah ada sekitar 900 pedagang yang sudah mudik ke Lamongan. Mereka berasal dari kota-kota besar. Tidak hanya Jakarta, tapi juga dari Yogyakarta, Makassar dan Bandung.


Pihaknya sudah mendata dan mengecek kondisi 900 pedagang makanan yang baru pulang kampung tersebut. Pengecekan dilakukan karena para pedagang masuk dalam kategori Orang Dalam Risiko (ODR).

"Semua sudah dicek, 900 orang yang masuk ODR itu alhamdulillah hasilnya baik. Lamongan tidak ada yang positif hingga saat ini," terangnya.


Untuk omzet pedagang yang merantau, Fadeli menjelaskan, angkanya saat ini berada di 20 persen karena dampak corona. Ia bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengusahakan akan melobi pihak-pihak perbankan, pegadaian dan koperasi untuk memberi kemudahan kepada mereka.

"Jadi masih kita koordinasikan, termasuk apa yang disampaikan presiden terkait penangguhan kredit perbankan. Mereka termasuk UMKM dan akan kita lakukan pendekatan kepada bank, koperasi dan pegadaian," pungkasnya.

(sun/sun)