Wanita Ini Cerita Beratnya Perjuangan Lawan Corona hingga Sembuh

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 20:50 WIB
Warga Surabaya, Cristina sempat divonis positif virus corona dan telah dinyatakan sembuh. Kini ia menceritakan pengalamannya selama diisolasi.
Cristina, yang sembuh dari corona/Foto: Istimewa
Surabaya -

Warga Surabaya, Cristina sempat divonis positif virus corona dan telah dinyatakan sembuh. Kini ia menceritakan pengalamannya selama diisolasi.

Ia menyebut masa itu sebagai yang paling berat dalam hidupnya. Cristina menuturkan, ia pertama kali merasakan gejala virus pada awal Maret. Saat itu badannya terasa demam sangat tinggi dan tulang-tulangnya terasa sakit semuanya serta napasnya sudah lemas.

Tak hanya itu, pada bagian badan, dada sebelah kanan juga mengalami perubahan warna abu-abu. Mengetahui itu, ia kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Surabaya.

"Beberapa hari saya dirawat di RS Mitra Keluarga. Waktu itu napas saya sudah lemas. Dada kanan warnanya abu-abu sudah bisa sembuh karena terapi. Lalu yang kiri memburuk berbentuk embun dan menutup-nutup," kata Cristina, Sabtu (28/3/2020).

Karena kondisinya terus memburuk, pada 11 Maret pihak rumah sakit kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Unair untuk dilakukan swab tenggorokannya. Tak lama, besoknya ia kemudian dirujuk ke RSU dr Soetomo.


Di sana, Christina dengan kondisi yang masih memburuk mengetahui dan menyadari dirinya telah dikarantina di ruang isolasi khusus. Ia pun hanya bisa pasrah selama lima hari berada di dalam sana dengan berbagai peralatan medis.

"Saya tahu saat dimasukkan ke ruang isolasi khusus. Dengan kondisi lemas bernapas pun sudah tidak sampai, oksigen tidak maksimal. Saya sendiri di ruang khusus itu bersama alat medis," bebernya.

Meski mengetahui ia ditaruh di ruang isolasi khusus, Cristina mengaku belum menyadari bahwa ia telah terjangkit virus corona yang sedang mewabah. Sebab saat itu baik dokter maupun perawat tidak pernah menyampaikan apa yang dialaminya.

"Ibu harus sembuh, ibu sehat, karena hanya ibu yang bisa membantu diri ibu sendiri, imun ibu yang membentengi ibu sendiri. Itu kata dokter pada saya. Tidak pernah sama sekali dokter dan perawat bilang pada saya tentang virus," imbuhnya.

Selama lima hari di ruang isolasi khusus dengan berbagai peralatan medis yang menempel, Cristina mengaku waktu itu adalah hati-hari paling berat. Beruntung, saat itu baik dokter maupun perawat terus memberikan dorongan semangat untuk hidup.

Selanjutnya
Halaman
1 2