Antisipasi Corona dari Tahanan, PN Surabaya akan Gelar Sidang Teleconference

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 16:17 WIB
PN Surabaya Bakal Gelar Sidang Teleconference
Sidang di PN Surabaya (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya akan menerapkan sidang secara teleconference. Hal itu dilakukan mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona di lingkungan peradilan.

Humas PN Surabaya Martin Ginting mengatakan penerapan sidang dengan teleconference merupakan instruksi dari Mahkamah Agung (MA). Adapun penyelenggaraannya akan dilaksanakan pada Senin (30/3) depan.

"Diterapkan mulai hari Senin tanggal 30 Maret 2020. Ini merupakan arahan dari Ketua Mahkamah Agung melalui Sema No 1 Tahun 2020," kata Ginting kepada detikcom, Jumat (27/3/2020).

Menurut Ginting, dalam sidang dengan metode teleconference, baik hakim, jaksa, pengacara dan saksi tetap hadir ke persindangan. Namun yang membedakan terdakwa nantinya akan tetap di dalam rumah tahanan (rutan).

"Terdakwa tetap berada di rutan, sedangkan jaksa, saksi, pengacaranya dan hakimnya tetap ada di ruang sidang," terang Ginting.

Adapun sidang teleconference ini juga telah disepakati berbagai pihak seperti Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Rutan Klas I medaeng. Mereka sepakat sebab hal itu merupakan bentuk kepedulian terhadap penyebaran virus Corona yang semakin meluas.

"Ini merupakan kepedulian aparat penegak hukum untuk mencegah meluasnya wabah virus corona," ujar Ginting.

Sedangkan alasan terdakwa tetap di tahanan selama persidangan, Ginting menyebut tahanan atau terdakwa sangat rentan terhadap paparan virus Corona.

"Daya tahan tubuh mereka kurang vitamin karena pada umumnya para tahanan asupan gizinya dan istirahatnya kan kurang sehingga sangat rentan," tandas Ginting.

Kunjungan Dibatasi, Warga Lapas Difasilitasi Layanan Video Call:

(fat/fat)