Saat Pokak dan Telur Rebus Jadi Penambah Stamina Melawan Corona di Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 15:05 WIB
dapur umum pemkot surabaya
Dapur umum Pemkot Surabaya yang sediakan telur rebus dan pokak (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Salah satu upaya Pemkot Surabaya berupaya mencegah corona adalah mendirikan dapur umur. Dari dapur umum ini 'dihasilkan' wedang pokak dan telur rebus.

Wedang pokak dan telur rebus inilah yang kemudian dibagikan kepada warga dan petugas lapangan yang berjibaku menangani corona. Wedang pokak dan telur rebus dipercaya meningkatkan stamina untuk melawan corona.

Kasatgas Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Cristijanto mengatakan pembagian telur dan pokak sudah dilakukan sejak Rabu (18/3).

"Pembagian telur dan pokak ini sudah hari kesepuluh. Sasaran kami adalah warga dan juga staf kami yang operasional di lapangan seperti tenaga penyemprotan disinfektan," ujar Eddy kepada detikcom di dapur umum yang didirikan di Balai Kota Surabaya, Jumat (27/3/2020).

Eddy mengatakan ada ribuan petugas di garda terdepan yang melakukan penyemprotan disinfektan mulai dari Linmas, Satpol PP, serta Cipta Karya yang membuat bilik sterilisasi. Mereka lah yang mendapat suplai telur rebus dan juga wedang pokak yang berbahan rempah-rempah dasar mulai jahe, serai, gula merah, gula putih, kapulaga, dan cengkeh.

"Itu bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Dan satu butir telur itu, menurut bu wali, itu mengandung protein dan zat yang juga bisa menambah daya tahan tubuh. Makanya kami diwajibkan satu hari satu butir telur. Jadi itu sudah kami terapkan kepada petugas-petugas yang menjadi garda terdepan yang berhubungan dengan pencegahan corona ini," ujar Eddy.

Eddy merincikan dalam sepuluh hari sudah ada sebanyak 110 ribu butir telur yang sudah direbus dan dibagikan ke masyarakat dan petugas secara gratis.

Foto: Deny Prastyo Utomo

"Setiap hari rata-rata 11 ribu telur yang kami rebus. Jadi 11 ribu kali 10 hari sekitar 110 ribu telur yang sudah kami rebus," lanjut Eddy.

Eddy menjelaskan stok telur yang dibagikan aman. Sebab selain membeli secara langsung, pemkot juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.

"Kami bagikan merata satu gelas pokak dan satu butir telur untuk semua orang. Tapi maaf kami tidak melayani yang membawa tumbler dan jeriken karena kami ingin semuanya rata kebagian," tandas Eddy.

Tangkal Corona, Kendari Diguyur Disinfektan:

(iwd/iwd)