Nekat Melintasi Dua Jalan yang Ditutup di Surabaya, Siap-siap Diamankan Polisi

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 10:56 WIB
Jalan Raya Darmo, Surabaya
Jalan Darmo (Foto file: Budi Sugiharto/detikcom)
Surabaya -

Polrestabes Surabaya akan melakukan 'lockdown' lokal dengan menutup dua ruas jalan. Jika ada yang masih nekat melintas, polisi akan melakukan langkah persuasif hingga represif atau penindakan.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra mengatakan ada sejumlah petugas gabungan dari Satlantas Polrestabes Surabaya, Dishub Surabaya, Satpol PP hingga TNI yang akan melakukan penjagaan ketat. Agar, tak ada masyarakat atau kendaraan yang melintas.

"Di Surabaya kemarin perintah kapolda sama kapolrestabes itu kan yang berkerumun sudah dilakukan upaya pembubaran," kata Teddy kepada detikcom di Surabaya, Jumat (27/3/2020).

Penutupan dua ruas jalan ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Dua ruas jalan yakni Jalan Tunjungan dan Jalan Darmo ini akan ditutup untuk kendaraan dan segala aktivitas masyarakat. Kedua ruas jalan ini akan menjadi kawasan Social Distancing.

Lockdown di Surabaya/Lockdown di Surabaya/ Foto: Istimewa

Penutupan di Jalan Tunjungan dan Jalan Darmo Surabaya rencananya akan dilakukan sejak Jumat (27/3) hingga Sabtu (28/3) pukul 19.00 WIB sampai 23.00 WIB. Jalan ini juga ditutup untuk kendaraan dan segala aktivitas masyarakat pada Sabtu (28/3) sampai Minggu (29/3) pukul 10.00 sampai 14.00 WIB.

Sementara saat ditutup bila masih ada warga yang memaksa melakukan aktivitas di jalanan tersebut, Teddy akan melakukan tindakan represif.

"Monitor tadi malam ada yang diamankan di polrestabes. Semua tergantung situasi dan kondisi, kalau ada yang melawan ya akan kita amankan," tegas Teddy.

Sebelumnya, polisi berupaya mengantisipasi penyebaran virus corona di Surabaya. Dua ruas jalan dilockdown lokal, ini dipilih karena jalan tersebut kerap menjadi tempat berkumpulnya masyarakat hingga menjadi tempat Car Free Day (CFD).

Lockdown di Surabaya/Lockdown di Surabaya/ Foto: Istimewa

Teddy menyebut hal ini sengaja dilakukan mengingat Surabaya sudah menjadi zona merah penyebaran corona. Selain itu, jumlah penderita pun kian meningkat.

"Karena kan situasi saat ini sudah di ketahui bersama, saat ini adanya semakin hari semakin meningkat jumlah yang ODP. Dan ini juga sudah diketahui masyarakat, ini merupakan salah satu upaya dan langkah yang diambil. Untuk sementara hari, tanggal dan waktunya seperti itu dan ruas jalannya hanya dua jalan itu," paparnya.

"Karena sebenarnya sekarang itu bukan social distancing lagi, dari WHO sudah menyampaikan physical distancing. Jika ada masyarakat yang tanya tujuannya apa, tujuannya untuk mencegah penyebaran corona. Intinya itu," imbuh Teddy.

Stadion Sepakbola di Dunia Beralih Fungsi Lawan Corona:

[Gambas:Video 20detik]



(hil/fat)