RSUD Trenggalek Kekurangan Masker di Tengah Wabah Corona

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 20:35 WIB
Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek dr Sunarto
Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek -

RSUD dr Soedomo Trenggalek mengaku kekurangan masker untuk kebutuhan petugas kesehatan. Padahal saat ini sedang waspada ancaman virus corona.

Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek dr Sunarto mengatakan dalam sehari kebutuhan masker di rumah sakit mencapai lebih dari 900 buah. Jumlah itu untuk kebutuhan dokter, tenaga medis hingga petugas outsourcing.

"Yang agak kesulitan adalah masker, seperti yang anda lihat saat ini saya tidak pakai masker, karena anak-anak (pegawai rumah sakit) banyak yang tidak bisa pakai masker," kata Sunarto, Kamis (26/3/2020).

Pihaknya mengaku berusaha untuk mendapat masker dengan melakukan pemesanan ke beberapa produsen. Bahkan pihaknya harus melakukan pemesanan setiap hari.

"Setiap hari kami pesan (tapi terbatas). Kami bersyukur partisipasi masyarakat di sini cukup bagus," ujarnya.

Pada musim wabah corona saat ini sejumlah masyarakat memberikan bantuan masker kepada pada petugas medis. Aliran donasi masker itu dinilai cukup membantu kinerja petugas dalam menjalankan kegiatannya di rumah sakit.

"Ada yang nyumbang 15 ada yang satu boks, tapi (sebetulnya) masih kurang. Karena tenaga kami ditambah dengan outsourcing itu ada 900 orang," ujarnya.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut pihaknya melakukan pembagian masker berdasarkan skala prioritas. Petugas di bagian pelayanan diwajibkan menggunakan masker, sedangkan sedangkan dibagian lain masih diberikan kelonggaran dengan memanfaatkan masker kain.

"Khusus untuk ruang isolasi wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), saya tidak akan perkenankan memberikan pelayanan tanpa menggunakan APD lengkap. khusus mereka harus kami jamin," ujar direktur.

Sementara itu untuk kebutuhan APD cover all di ruang isolasi, Sunarto memastikan masih tercukupi. Kebutuhan isolasi tersebut mendapatkan suplai langsung dari Pemprov Jatim.

"Untuk APD cover all harganya antara Rp 300-500 ribu, tapi setelah ditunjuk sebagai rujukan kebutuhan APD dicukupi oleh provinsi," imbuhnya.

(fat/fat)