PAD Tiga Objek Wisata di Kabupaten Pasuruan Anjlok Dampak Corona

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 26 Mar 2020 16:48 WIB
Pintu Masuk Ranu Grati lengang
Pintu Masuk Ranu Grati lengang (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan -

Tempat wisata dalam pengelolaan Pemkab Pasuruan tutup sejak 19 Maret untuk mencegah penyebaran virus corona. Potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang hilang cukup besar akibat penutupan ini.

"Potensi PAD dari tiga tempat wisata milik Pemkab Pasuruan, yakni Banyu Biru, Ranu Grati dan Wisata Budaya Tosari rata-rata per hari antara Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 3 juta," kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Gunawan Wicaksono, kepada detikcom, Kamis (26/3/2020).

Gunawan menegaskan, angka tersebut bisa melonjak saat hari libur. Namun bisa menurun saat hari-hari biasa.

"Kadang kalau hari libur satu lokasi mencapai Rp 5 Juta. Tapi yang lainnya sepi. Makanya kami buat rata-rata Rp 3 Juta per hari," terangnya.

Gunawan mengatakan rata-rata PAD Pemkab Pasuruan dari tempat wisata mencapai Rp 950 juta/tahun. Dengan adanya penutupan yang belum diketahui sampai kapan, PAD dipastikan anjlok.

"Pastinya demikian. Tapi kan nggak ada istilah untung-rugi. Semua kan untuk kepentingan warga mencegah penyebaran virus corona," ungkap Gunawan.

Dari empat objek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tiga diantaranya dikenai retribusi. Yakni Pemandian Banyu Biru, Ranu Grati dan Wisata Budaya Tengger Tosari.

"Museum Kabupaten Pasuruan di Pandaan, tidak dikenai distribusi," pungkas Gunawan.

Update Corona di RI: 893 Positif, 78 Meninggal, dan 35 Sembuh:

(fat/fat)