Polisi Pacitan Ajak Cuci Tangan Pengunjung Pasar Cegah Corona

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Minggu, 22 Mar 2020 13:19 WIB
Polisi Pacitan Ajak Cuci Tangan Pengunjung Pasar Cegah Corona
Polisi Pacitan Ajak Cuci Tangan (Foto: Purwoto Sumodiharjo/detikcom)
Pacitan -

Kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus digaungkan. Salah satu tujuannya mencegah penyebaran virus corona. Hal ini seperti dilakukan polisi di wilayah Kota 1001 Gua. Mereka mengajak pengunjung pasar dan tukang becak cuci tangan bersama.

"Jadi bapak ibu sekalian, mari kita budayakan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan apapun," ucap AKP Miftahul Amin, Kasatlantas Polres Pacitan di depan puluhan tukang becak dan pengunjung Pasar Minulyo, Jl Gatot Subroto, Minggu (22/3/2020).

Seiring merebaknya penularan virus corona di sejumlah daerah, lanjut Amin, masyarakat hendaknya waspada. Yakni dengan menjaga pola hidup bersih. Tidak itu saja, saat berinteraksi dengan orang lain hendaknya tetap menjaga jarak di atas satu meter.

"Bapak-bapak yang mengayuh becak, setelah menurunkan penumpang segera cuci tangan pakai sabun nggih. Kalau ada virus yang nempel biar mati," kata Amin diselingi kelakar. Para abang becak yang berdiri berjajar itu pun kerap terlihat menahan tawa saat perwira polisi asal Jombang itu mengucapkan kata-kata jenaka.

Dengan kostum dan helm lengkap, Amin pun kembali menyampaikan pesan melalui pengeras suara yang terpasang pada motor patroli yang terparkir sampingnya. Dirinya mengajak segenap pengunjung pasar untuk menutup hidung dengan masker. Terutama mereka yang merasakan sakit mirip flu, batuk, dan demam.

"Menawi kraos gerah, enggal priksa nggih (kalau merasakan sakit, segera periksa ya)," pesannya.

Usai sosialisasi Amin dibantu beberapa personel satlantas tampak membagikan tisu basah kepada tukang becak dan pengunjung pasar. Beberapa orang lainnya menyemprotkan hand sanitizer ke tangan abang becak yang duduk menunggu penumpang. Mereka juga diajari tata cara mencuci tangan dengan benar.

"Biasanya kalau cuci tangan ya asal disabun dan disiram begitu saja. Ternyata ada tata caranya yang benar. Ya demi kesehatan harus dilaksanakan," tutur Tukiban (65), tukang becak yang tiap hari mangkal di Pasar Minulyo.

(fat/fat)