Dahsyatnya Dampak Corona Bagi Pengelola Penginapan di Pacitan

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Minggu, 22 Mar 2020 12:15 WIB
jasa penginapan di pacitan
Penginapan di Pacitan (Foto: Purwoto Sumodiharjo/detikcom)
Surabaya -

Merebaknya virus corona melumpuhkan aneka jenis usaha. Tak terkecuali jasa penginapan di Pacitan. Mereka pun tak dapat berbuat banyak selain berharap pandemi segera berlalu.

"Minggu kemarin kita dapat tamu dari Wonosari itu ya masih full. Tapi kalau yang Minggu ini belum ada," kata Tun Suprapto, pemilik homestay di Pantai Watukarung, Minggu (22/3/2020).

Pada periode tiga bulan pertama awal tahun, lanjut Tun, kunjungan biasanya didominasi wisatawan domestik. Kamar yang disediakan pun seringkali penuh saat akhir pekan. Yakni hari Sabtu dan Minggu.

"Ada 10 kamar. Tapi saat ini yang terisi cuma 2 kamar aja," terangnya.

Tun menjelaskan sejak corona berstatus pandemi, banyak wisatawan mancanegara yang memperpendek masa tinggalnya. Dia mencontohkan, keluarga wisman asal Spanyol sebelumnya berencana menginap selama sebulan.

Tapi belakangan yang bersangkutan berubah pikiran. Mereka pun akhirnya memutuskan hanya menginap selama 5 hari saja. Selanjutnya mereka kembali ke negara asal.

Kondisi serupa diakui Chrismilia Natalia, pengusaha hotel di Jalan Ahmad Yani, Pacitan. Sejak wabah corona melanda dunia, terang Nonik, sapaan akrabnya, pesanan kamar terus menurun.

"Kalaupun ada ya mereka yang terpaksa melakukan perjalanan," terang Nonik dihubungi detikcom.

Dia sendiri belum menghitung penurunan angka hunian sejak corona ditetapkan pandemi. Hanya saja dampaknya cukup terasa. Bahkan rekan-rekannya sesama pengusaha hotel juga mengeluhkan hal yang sama.

Waktu senggang pun dimanfaatkan Nonik untuk bebersih. Kegiatan itu dia lakukan baik di area hotel maupun rumah pribadi yang tak menjadi satu dengan komplek hotel.

"Ini lagi bersih-bersih rumah. Mumpung nganggur," pungkas Nonik sembari berpamitan meneruskan aktivitasnya.

(fat/fat)