Okupansi Hotel di Jatim Merosot Lebih 50 Persen Dampak Corona

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 22 Mar 2020 07:50 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarta
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarta (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Peningkatan jumlah orang yang terpapar virus corona di Jawa Timur berdampak pada bisnis perhotelan. Okupansi hotel di Jatim merosot tajam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Sinarta mengatakan bahwa angka kemerosotan lebih dari 50 persen, dari data per-19 Maret 2020.

"Dampak corona di Jatim terutama okupansi hotel ini sangat signifikan. Kita cluster-cluster dari hotel bintang sampai yang tidak bintang angkanya merosot lebih dari 50 persen," kata Sinarta kepada detikcom saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2020).

Sinarta memaparkan data yang dimiliki Disbudpar Jatim yakni hotel dengan bintang 1-5 di Jatim, okupansinya hanya mencapai 10 persen. Hotel dengan bintang itu rata-rata memiliki fasilitas Meeting Incentive Convention Exhibition (MICE).

"Okupansi hotel berbintang 1 sampai 5 secara umum di Jatim yg rata-rata memiliki fasilitas MICE antara 10 persen, bahkan ada yang di bawah 10 persen. Biasanya bila keadaan normal tidak ada wabah corona angkanya okupansi ada di 65 persen," terangnya.

Untuk hotel yang tidak berbintang di Jatim secara umum, Sinarta menyebut angka okupansinya berada di kisaran 15 persen. Hotel tidak berbintang juga memiliki okupansi sekitar 65-70 persen, bila keadaan normal tidak ada wabah virus corona.

Selain hotel, dampak corona yang terasa ada di usaha restoran dan rumah makan di Jatim. Kini okupansi di restoran dan rumah makan secara umum di Jatim hanya berada di angka 20 persen.

"Hampir sama bila keadaan normal okupansi permintaan di restoran dan rumah makan berkisar di angka 65 persen. Sekarang anjlok semua," pungkasnya.

(fat/fat)