10 Hari Pindah ke Lapas Porong, Dua Napiter Berikrar Setia ke NKRI

Suparno - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2020 12:39 WIB
Dua Napiter Langsung Berikrar Setia ke NKRI
Dua napiter ikrar NKRI (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo - Dua napi teroris (Napiter), Anton Labbase dan Kasim Khow mengucapkan ikrar setia kepada NKRI, di Lapas Porong Sidoarjo. Momen pengucapan ikrar itu dipimpin Kalapas Porong Tonny Nainggolan di Aula Sugeng Handrijo, Lapas Porong.

Keduanya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Di hadapan para saksi, keduanya menyatakan setia kepada NKRI secara mandiri. Saksi yang hadir berasal dari berbagai elemen. Selain Kalapas, ada juga perwakilan Kementerian Agama Sidoarjo, Bhabinkamtibmas, Babhinsah, Brimob dan Intel Polda Jatim.

Keduanya kemudian membubuhkan tanda tangan pada naskah bermaterei yang berisi ikrar setia kepada NKRI.

"Waktu yang dibutuhkan keduanya untuk kembali ke pelukan ibu pertiwi memang cukup singkat. Tanggal 11 Maret 2020 lalu mereka dipindahkan ke Lapas Porong dari lapas untuk kasus teroris, bandar narkoba dan kasus korupsi, dengan sistem tingkat pengamanan sangat ketat atau Super Maximum Security, Lapas Narkotika Gunung Sindur," ujar Kalapas Porong Tonny Nainggolan kepada detikcom, Sabtu (21/3/2020).

Anton maupun Kasim sebelumnya terlibat aksi terorisme di Poso dan Ambon. Keduanya didakwa karena telah mendistribusikan senjata dan peluru secara ilegal. Hakim memvonis keduanya masing-masing 3,5 tahun penjara. Setelah sekitar 2,5 tahun berada di Lapas Super Maximum Security di Gunung Sindur, keduanya dipindahkan ke Lapas Kelas I Surabaya 11 Maret 2020 lalu. Keduanya diperkirakan akan habis masa pemidanaannya pada April dan Mei tahun depan.

"Dengan ketulusan ikrarnya mereka, nantinya kami akan memberikan reward. Selanjutnya akan mengajukan remisi ke pimpinan pusat agar mereka di berikan pengurangan hukuman," jelas Tonny.

Sebagai wujud rasa syukur, Kalapas Porong memotong tumpeng yang di ujungnya diberi miniatur bendera Indonesia. Potongan tumpeng tersebut lalu diberikan kepada Anton dan Kasim.

"Tumpeng ini sebagai wujud syukur bahwa keduanya dengan tulus ikhlas telah kembali kepada NKRI, semoga hatinya tetap merah putih hingga akhir hayatnya," kata Tonny.

Tonny juga menambahkan momen ini menjadi bukti bahwa pembinaan di lapas berlangsung dengan baik. Pasalnya, tidak mudah melunakkan hati para narapidana khusus. Terutama yang berkaitan dengan ideologi.

"Namun, berkat pendekatan kemanusiaan yang kami lakukan, yang bersangkutan mau kembali ke NKRI," tambah Tonny. (fat/fat)