Gunung Bromo Ditutup Cegah Penyebaran Corona

M Rofiq - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 11:57 WIB
gunung bromo ditutup
Gunung Bromo ditutup selama 2 minggu (Foto: M Rofiq)
Probolinggo -

Obyek Wisata Bromo Tengger Semeru ditutup. Kebijakan penutupan untuk mencegah penularan virus corona itu ditandatangani Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Malang.

Di samping penutupan, BBTNBTS menunda dan membatasi kegiatan penelitian, pendidikan, ekspedisi dan lainnya di Kawasan TNBTS yang melibatkan dan kontak langsung dengan orang banyak.

Kepala seksi 1 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sarmin mengatakan penutupan merujuk pada penetapan pandemi Coivid-19 sebagai bencana nasional oleh presiden. Penutupan juga mengacu surat edaran Kementerian Kehutanan dan lingkungan hidup, surat edaran Dirjen Konservasi sumber daya alam dan ekosistem serta rekomendasi dari Pemkab Probolinggo.

"Pemberlakuan penutupan, mulai berlaku sejak 19-31 Maret 2020," ujar Sarmin via selulernya, Kamis (19/3/2020).

Sebelumnya Selasa (17/3) di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Probolinggo, Kadisporaparbud Sugeng Wiyanto menginstruksikan penutupan seluruh obyek wisata yang ada di kabupaten setempat.

Instruksi penutupan menurut Sugeng, menyikapi turunnya surat edaran Bupati Probolinggo tentang kepariwisataan, di mana disebutkan penutupan seluruh objek wisata di Kabupaten Probolinggo dimulai sejak 17 hingga 31 Maret 2020.

Sugeng menyampaikan imbauan penutupan tak hanya berlaku bagi obyek wisata di bawah naungan pemerintah Kabupaten Probolinggo, namun juga swasta. Pun demikian dengan objek wisata Gunung Bromo.

Pemkab Probolinggo mengimbau agar pengelola wisata Gunung Bromo melalui Resor Cemoro Lawang untuk melakukan penutupan sementara.

"Penutupan ini, berlaku selama 14 hari terhitung mulai 17 hingga 31 Maret 2020. Sampai nantinya dilakukan evaluasi sebelum tanggal 31 Maret 2020," jelasnya di Kantor Disporaparbud, Kabupaten Probolinggo.

Sugeng melanjutkan bagi pengelola hotel, restoran, dan homestay dan pelaku usaha jasa wisata. Agar dalam memberikan pelayanan wajib mengikuti protokol kesehatan, yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

"Jadi protokol kesehatan itu, yakni penggunaan hand sanitizer dan thermo gun waktu mendeteksi tamu yang datang," kata Sugeng.

Apabila nantinya diketemukan tamu yang memiliki ciri terjangkit virus Covid-19, Sugeng mengimbau agar pelaku wisata segera mendorong bersangkutan, menghubungi hotline di nomor 112 atau 08113373119.

(iwd/iwd)