Satu Pasien Positif Corona di Malang Mahasiswa Universitas Brawijaya

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 17:44 WIB
rs saiful anwar malang
Rumah Sakit dr Saiful Anwar (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang merawat satu pasien positif Covid-19. Dia adalah mahasiswa Universitas Brawijaya berjenis kelamin laki-laki dan merupakan pasien ketujuh yang ditangani RSSA Kota Malang.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang Husnul Muarif mengungkapkan, deteksi terhadap orang-orang yang memiliki kontak langsung dengan pasien sudah dilakukan.

Tracing dimulai dari ruang perkuliahan sampai kepada tempat-tempat yang pernah disinggahi oleh pasien tersebut.

"Sudah kami telusuri dengan pihak kampus (Universitas Brawijaya), sampai kepada Dekan Teknik Industri tempat pasien berkuliah, dan siapa saja yang pernah melakukan kontak langsung. Tempat kos, tempat makan, selain juga tempat tinggal dan keluarga," ungkap Husnul saat mengikuti konferensi pers di RSSA Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Rabu (18/3/2020).

Husnul menambahkan orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung dimasukkan dalam status Orang Dalam Resiko (ODR) dan kesemuanya harus menjalani pemeriksaan melalui swab.

"Semua dimasukkan ODP, dan diambil spesimennya untuk dilakukan uji lab agar bisa mengetahui secara pasti apakah mereka tertular virus Covid-19 atau tidak," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Tim Penanganan Covid-19 RSSA dr Didi Chandra mengatakan, satu pasien ini baru diketahui positif terjangkit Covid-19 pada siang ini. Sebelumnya, tim melakukan swab terhadap pasien untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien.

"Hasil yang kita dapatkan pasien positif terinfeksi Covid-19. Sama positif dengan satu pasien yang meninggal pada 14 Maret lalu," ujar Didi saat konferensi pers di RSSA Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Rabu (18/3/2020).

Dia mengaku, langkah untuk mendeteksi riwayat pasien sudah dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Malang. Orang-orang yang diketahui pernah melakukan kontak langsung dengan pasien akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

"Tracing sudah kami lakukan bersama Dinkes, terhadap satu pasien positif yang dirawat dan juga terhadap pasien positif yang meninggal. Tidak ada keterkaitan langsung terhadap keduanya, dan punya riwayat tidak pernah bepergian ke luar negeri," akunya.

Didi juga menyebut, pihaknya telah menangani 10 pasien berstatus PDP sampai dengan hari ini. Dari jumlah itu, tiga pasien meninggal dunia yang satu diantaranya positif terinfeksi Covid-19.

"Dari total 10 pasien, tiga meninggal dunia, satu dinyatakan positif. Sedangkan sisanya 7 pasien yang enam masih menunggu hasil spesimen dan satu positif," sebutnya.

(iwd/iwd)