Ini 11 Poin yang Bisa Dilakukan Jika Indonesia Lockdown Kepulauan

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 17 Mar 2020 10:28 WIB
Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom
Prof Nidom (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya - Beberapa negara di dunia telah menetapkan lockdown akibat virus corona. Seperti Italia, Denmark, Filipina dan Irlandia telah mengambil langkah untuk meminimalisir penyebaran virus corona, sehingga kota menjadi sepi dan tak ada aktivitas masyarakat.

Indonesia yang telah mengumumkan 134 kasus virus corona pada Senin (16/3) tidak menetapkan lockdown seperti yang dilakukan beberapa negara-negara terjangkit.

Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom menyampaikan, jika lockdown bisa dilakukan di Indonesia. Namun tidak bersasarkan wilayah administrasi, karena bisa menimbulkan dampak besar.

"Sebaiknya dilakukan "lockdown kepulauan" (Indonesia negara kepulauan, maka air (laut) sebagai isolator terbaik)," kata Prof Nidom kepada detikcom, Selasa (17/3/2020).

Hal itu memang menjadi pekerjaan besar tetapi bisa tuntas. Contohnya Pulau Jawa yang berisiko terinfeksi, maka dibutuhkan berbagai fasilitas. Untuk bisa menuntaskan itu, Prof Nidom memiliki 11 poin yang bisa dilakukan:

1. Pulau Jawa menjadi satu kesatuan penanganan. Semua gubernur dan bupati atau wali kota menjadi satu kesatuan dan tidak mengambil kebijakan sendiri-sendiri
2. Hitung kapasitas RS di seluruh Pulau Jawa (milik pemerintah dan swasta)
3. Jika kurang, kerahkan semua tenda-tenda milik militer dan polri
4. Jika masih belum terpenuhi, bisa gunakan masjid-masjid dan rumah ibadah sebagai RS darurat
5. Sekolah dan kantor-kantor tidak diliburkan
6. Kerahkan semua mahasiswa bidang kesehatan (kedokteran, perawat, dan lainnya) dengan bimbingan dosen masing-masinv untuk bantu perawatan.
7. Kerahkan semua lab (pemerintah dan swasta) dan mahasiswa bidang biologi dan kimia untuk ikut uji diagnostik.
8. Siswa-siswa SMA dan lainnya, dikerahkan untuk buat desinfektan di sekolah masing dengan disupervisi oleh mahasiswa Teknik kimia dan Mipa
9. Siswa SMP, dikerahkan untuk bantu kebersihan dan penyemprotan lingkungan (jadi yang diliburkan hanya siswa SD/PAUD saja).
10. Ibu-ibu RT menyiapkan konsumsi dan empon-empon
11. Para pemuka agama menggaungkan atau memimpin munajat hntuk keselamatan.

Sementara di Jawa Timur sendiri, Prof Nidom mengatakan tidak perlu mengambil kebijakan berdasarkan wilayah administratif.

"Virus corona tidak faham terhadap wilayah atau daerah. Jadi, pada prinsipnya tidak perlu lockdown daerah. Tapi kalau diperlukan lockdown kepulauan," jelasnya.

Menurutnya, Jatim tidak tergesa-gesa, tenang dan antisipatif dalam mengambil langkah untuk melakukan antisipasi penyebaran corona.

Tonton juga Jokowi: Tidak Ada Pikiran ke Arah Lockdown :

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)