Penangguhan Penahanan Pendeta Cabul Belum Dikabulkan, Ini Alasannya

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 15:48 WIB
Pendeta yang cabuli jemaat ditangkap
Pendeta Hanny Layantara saat diamankan (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Pendeta di Surabaya, Hanny Layantara menjadi tersangka dan ditahan atas kasus dugaan pencabulan jemaatnya selama enam tahun, saat itu korban masih di bawah umur. Hanny pun melayangkan permintaan penangguhan penahanan.

Hanny meminta penangguhan penahanan dengan berdalih kondisinya yang sering sakit-sakitan. Namun hingga kini, polisi belum mengabulkan permintaan Hanny tersebut.

"Sejauh ini ada permintaan (penangguhan penahanan). Namun otoritas penyidik belum memberikan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (16/3/2020).

Lalu, apa alasan polisi? Truno menyebut ancaman hukuman dari kasus yang menjerat Hanny di atas lima tahun. Yang mana, ketentuannya wajib dilakukan penahanan. Untuk itu, polisi masih mempertimbangkan penangguhan penahanan ini.

"Karena alasannya berdasarkan hukum, ancaman hukumnya di atas 5 tahun," tegas Truno.

Saat disinggung terkait pertimbangan penyakit yang diidap Hanny, Truno menyebut pihaknya di Polda Jatim juga menyediakan fasilitas kesehatan bagi para tahanan.

"Itu permintaan sah-sah saja, kita punya dokter medis di Bhayangkara dan kami akan tanggulangi (jika tahanan sakit)," ujarnya.

Sementara saat disinggung apakah telah ada korban lain yang ditemukan, atau yang telah melapor, Truno menyebut sejauh ini masih belum ada. Namun, Truno memastikan pihaknya akan menggali kemungkinan penambahan korban ini.

"Belum ada laporan sejauh ini, apabila ada kita proses secara prosedur," pungkasnya.

(hil/iwd)