Cegah Potensi Penyebaran Corona, Wisata Religi Makam Gus Dur Ditutup

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 15 Mar 2020 14:25 WIB
makam gus dur
Makam Gus Dur (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Wisata religi Makam Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jombang ditutup dari peziarah mulai tengah malam nanti. Penutupan ini sebagai upaya Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dalam mencegah potensi penyebaran virus corona.

Penutupan sementara wisata religi makam Gus Dur ditetapkan melalui Surat Edaran (SE) Pengasuh Ponpes Tebuireng nomor 1524/I/HM 00 01/PENG/2020 tanggal 14 Maret 2020. SE yang ditandatangani Pengasuh Pesantren KH Abdul Hakim Mahfudz ini dibuat melalui beberapa pertimbangan.

Yaitu hasil Rapat Pimpinan dan Majelis Keluarga Pesantren Tebuireng, SE Gubernur Jatim nomor 443/4146/201.3/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Covid 19 tanggal 13 Maret 2020, serta SE Bupati Jombang nomor 451.12/350/415.22/2020 tentang Peniadaan Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kabupaten Jombang tanggal 13 Maret 2020.

Dalam SE tersebut, Pengasuh Pesantren Tebuireng menyatakan akan menutup akses ke makam Gus Dur dan keluarganya mulai tengah malam nanti. Yakni mulai 16 Maret pukul 00.00 WIB. Penutupan sementara ini berlaku sampai waktu yang belum ditentukan.

"Berkenaan dengan kebijakan ini, kami atas nama keluarga besar Pesantren Tebuireng menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," bunyi SE tersebut seperti dikutip detikcom, Minggu (15/3/2020).

Sekretaris Pesantren Tebuireng KH Abdul Ghofar membenarkan makam Gus Dur dan keluarganya yang terletak di Ponpes Tebuireng, Jalan Irian Jaya, Desa Cukir, Kecamatan Diwek akan ditutup sementara dari para peziarah mulai tengah malam nanti.

"Kebijakan tersebut kami ambil sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi penyebaran Covid 19 di ruang publik seperti anjuran pemerintah," terangnya.

Ghofar menjelaskan, penutupan akses ke makam Gus Dur dari para peziarah menjadi bagian upaya Pengasuh Pesantren Tebuireng membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona.

"Hal itu juga sesuai dengan kaidah ushul fiqih, mencegah mafsadat harus diutamakan daripada upaya meraih kemaslahatan. Kebijakan ini murni bersifat pencegahan demi kesehatan dan kebaikan bersama," tandasnya.

Upaya pencegahan penyebaran virus corona juga dilakukan Pemkab Jombang. Mereka meniadakan kegiatan CFD yang rutin digelar di Jalan KH Wahid Hasyim setiap Minggu pagi.

Simak video Sebelum Ditutup, Pengunjung Ancol Sudah Menurun karena Corona:

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)