Kuasa Hukum Pendeta Cabul Sebut Kasusnya Kedaluwarsa, Polisi: Belum

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 14 Mar 2020 12:14 WIB
Pendeta yang cabuli jemaat ditangkap
Pendeta Hanny Layantara saat diamankan (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Pendeta di Surabaya, Hanny Layantara dilaporkan mencabuli jemaatnya selama enam tahun sejak korban berusia di bawah umur. Kuasa hukumnya, Jeffry Simatupang menyebut kasus ini telah kedaluwarsa karena dilakukan 15 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2005.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono menyanggah hal ini. Lintar menyebut kasus ini belum kedaluwarsa. Karena, kejadian pencabulan berlangsung selama enam tahun, mulai dari tahun 2005 hingga 2011.

"Kejadian kan mulai 2005 hingga 2011, kita hitung saja dari 2011 sampai saat ini, kejadian terakhir saja dari 2011 sampai saat ini masih belum kedaluwarsa," kata Lintar kepada detikcom di Surabaya, Sabtu (14/3/2020).

Lintar menyebut pihaknya telah menetapkan Hanny sebagai tersangka dan telah menahan pendeta tersebut. Selain itu, Lintar menambahkan pihaknya juga mengantongi sejumlah barang bukti dan keterangan saksi.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Hanny, Jeffry Simatupang menyebut jika kasus ini sudah kedaluwarsa. Karena, kejadian ini sudah berlangsung 12 tahun yang lalu.

"Secara hukum, hak untuk menuntut sudah gugur, karena sudah kedaluwarsa. Ancaman hukuman 15 tahun, masa kadaluarsa adalah 12 tahun. Jadi sebenarnya kasus ini sudah tidak bisa dituntut di pengadilan," ungkap Jeffry.

Jeffry juga menilai kasus ini cukup janggal. Karena, periode waktu pencabulan yang awalnya disebut 17 tahun, lalu polisi menyebutnya 6 tahun.

"Kedua, mengenai periode waktunya yang awal Polda mengatakan 17 tahun, lalu ditarik 6 tahun, itu bagi kami sesuatu yang janggal, kenapa kok dari awal mengatakan 17 tahun kemudian ditarik 6 tahun. Kalau menurut keterangan klien kami terjadinya, adalah tahun 2005-2006," pungkasnya.

Tonton juga Pendeta Cabuli Jemaat Selama 17 Tahun di Surabaya Diciduk :

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)