Usai Tersangkut Kasus Carding, Sarah Gibson Bakal Hati-hati Terima Endorse

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 20:53 WIB
carding sarah gibson
Sarah Gibson usai diperiksa (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Selebgram Sarah Gibson telah diperiksa sebagai saksi kasus carding atau pemhobolan kartu kredit. Setelah ini, Sarah mengaku akan lebih berhati-hati dalam menerima endorse.

Sebelumnya, Sarah telah diperiksa selama 6 jam dengan 27 pertanyaan. Sarah mengaku tidak menerima uang dari endorse ini, melainkan mendapat tiket hotel senilai 200 Dolar Australia.

"Lebih memfilter endorsment, selalu difilter. Cuma saat ini lebih hati-hati menerima endorse travel. Dicek legalitasnya. Ada 27 pertanyaan kurang lebih. Banyak. Seputar apa saja yang saya ketahui. Endorsenya apa, tanggal berapa, kemana. Gitu-gitu sih," ungkap Sarah di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (13/3/2020).

Sarah mengaku tidak tahu jika akun instagram yang menjual promo tiket tersebut bermasalah. Dia menyebut baru tahu saat berita pembobolan kartu kredit oleh akun tersebut tersebar.

"Gak tahu (kalau bermasalah). Sampai berita tersebar baru tahu kalau dia carding. Sebelumnya gak tahu," imbuhnya.

Selain itu, Sarah menegaskan dirinya juga tidak mengenal pelaku. Sarah menyebut proses endorse ini juga telah dilakukan setahun lalu.

"Endorsenya ini Maret tahun lalu. Tidak (mengenal pelaku)," lanjut Sarah.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sarah, Saiful Maarif menambahkan kliennya hanya sebatas artis yang menerima endorse saja.

"Terkait dengan kasus ini, beliau tidak tahu sama sekali. Memang ada hubungan dengan yang melakukan tindak pidana ini, namun hanya sebatas endorsment saja, yang itu istilahnya tidak tahu menahu oleh mbak Sarah proses apa yang dilakukan menggunakan kartu kredit ini. Hanya sekali menerima, dia diminta dan diberikan voucher hotel," pungkas Saiful.

Sebelumnya, kasus ini bermula dari akun instagram yang menjual promo tiket murah. Namun, tiket ini dibeli akun tersebut dengan cara membobol kartu kredit orang lain.

Selain itu, para pelaku juga memanfaatkan artis untuk mempromosikan dagangannya. Ada beberapa artis yang terlibat seperti Tyas Mirasih, Gisella Anastasia, Awkarin, Ruth Stefani, Boy William hingga Jessica Iskandar.

(hil/iwd)