Jatim Belum Ada Positif Corona, Tapi Terdapat 10 ODP dan 7 PDP

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 17:33 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana
Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Total kasus virus corona di Indonesia hingga saat ini telah menjangkit 69 orang. Di Jawa Timur, saat ini belum ada yang terjangkit virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana memastikan hal tersebut. Meski belum ada yang positif corona, ada beberapa pasien yang dalam proses pemantauan. Total ada 17 pasien dengan rincian 10 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 7 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Alhamdulillah Jatim belum ada yang positif sampai saat ini. Tapi kalau pasien PDP dan ODP ada, jadi bukan suspect ya ODP itu, yang ada gejalanya seperti batuk, panas, sesak, tetapi dari foto rontgen belum ditemukan pneumonia, meskipun ada riwayat perjalanan atau riwayat kontak dengan orang seseorang, itu ODP," kata Herlin di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Timur, Jumat (13/3/2020).

"Kalau PDP sudah ada tanda-tanda pneumonianya. Nah ini PDP yang kita periksa swabnya. Karena kita juga khawatir dengan pasien ODP, juga kita periksa, dan hasilnya negatif semua baik PDP dan ODP," lanjut Herlin.

Herlin membeberkan data per 11 Maret 2020, bahwa ada 17 orang yang diperiksa. Dari 17 orang tersebut, 14 orang telah keluar hasil labnya dan dinyatakan negatif.

"14 hasilnya negatif, sedangkan tiga orang masih dalam proses pemeriksaan pengambilan spesimen. Rinciannya 10 ODP, 7 PDP," jelas Herlin.

Dari 14 orang yang dinyatakan tidak positif corona, ternyata ada dua orang yang meninggal. Mereka dimasukkan dalam kategori PDP. Keduanya, jelas Herlin, merupakan pasien yang meninggal karena komplikasi. Satu pasien dengan bawaan penyakit positif HIV sedangkan satu pasien lain yang meninggal mengidap penyakit sirosis hepatitis.

"Jadi karena corona ini virus, yang meninggal tubuhnya dalam kondisi tidak fit. Jadi penyebabnya virus, nah bagaimana tubuh tetap harus bugar, maka kita bisa melawan virus corona, saya ingatkan untuk menjaga tubuh," terangnya.

Ditanya kapan hasil pemeriksaan tiga orang yang saat ini dalam proses pengambilan spesimen, Herlin menjamin dalam waktu tiga hari, hasilnya akan segera keluar.

"Untuk dimana dirawatnya, saya kira tidak perlu ya, nanti menyebabkan takut personalnya. Yang pasti kami punya data dan datanya benar. Kita gak sebut orang-orangnya. Kalau hasil biasanya 3 hari paling lama ya dari sekarang," pungkas Herlin.

(iwd/iwd)