Khofifah Sebut Penderita Demam Berdarah di Jatim Capai 1.766 Orang, 15 Meninggal

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 10:20 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk mengantisipasi virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga Maret 2020, Khofifah menyebut ada ribuan orang yang telah menderita DBD.

Khofifah menambahkan dari datanya, di Jatim sudah ada 1.766 kasus, ada 15 kasus meninggal dunia. Sedangkan tahun 2019 lalu, tercatat ada sebanyak 18.393 kasus di Jawa Timur dengan 185 kasus yang berujung pada kematian.

Dari data nasional, hingga kini sudah ada lebih dari 16.000 kasus DBD, dengan jumlah 100 lebih pasien yang meninggal dunia.

"Jangan sampai masyarakat hanya terfokus pada isu corona. Sementara DBD yang juga sangat berbahaya malahan dianggap sepele," kata Khofifah dari keterangan pers yang diterima detikcom di Surabaya, Jumat (13/3/2020).

Khofifah menambahkan Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah upaya pencegahan agar kasus DBD tak bertambah. Seperti sosialisasi gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat (PHBS), optimalisasi Juru Pemantau JentIk (Jumantik), hingga pembagian bubuk abate.

"DBD adalah bahaya laten yang mengancam setiap musim pancaroba hingga musim penghujan," imbuhnya.

Khofifah mengatakan potensi DBD masih sangat besar, mengingat curah hujan saat ini masih cukup tinggi. Untuk itu, Khofifah meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak dengan cara menguras, menutup dan menyingkirkan atau mendaur ulang barang bekas (3M).

Karena, barang-barang ini dapat menyisakan genangan tempat nyamuk berkembang. Khofifah juga mengajak masyarakat menghindari gigitan nyamuk dengan lotion anti nyamuk, memakai kelambu, hingga memasang kawat kasa.

"Butuh kepedulian bersama. Selain rumah, tempat lain yang juga harus dijaga kebersihannya adalah sekolah, tempat kerja, tempat ibadah dan tempat-tempat umum. Fogging hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, tapi tidak jentik-jentik nyamuknya," imbuhnya.

(hil/fat)