Runway Bandara Banyuwangi Diperpanjang Jadi 2500 Meter, Akhir Maret Rampung

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 20:15 WIB
bandara banyuwangi
Runway Bandara Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Bandara Banyuwangi terus melakukan pembenahan seiring dengan pembangunan yang terus dilakukan oleh Angkasa Pura II. Akhir Maret mendatang, perpanjangan dan pelebaran runway bakal rampung dan siap didarati pesawat berbadan besar.

Runway Bandara Banyuwangi saat ini sudah mencapai 2.500 meter. Sebelumnya hanya sepanjang 2.250 meter. Untuk lebar runway dari 30 meter diperlebar menjadi 45 meter. Kekerasan landasan atau pavement classification number (PCN) juga ditingkatkan.

"PCN-nya dari 37 di awal kita sertifikasinya, menjadi 56 PCN-nya," ujar Heru Karyadi, Eksekutif General Manager (EGM) Bandara Banyuwangi kepada detikcom, Kamis (12/3/2020).

"Akhir Maret bakal selesai. Termasuk pemasangan lampu samping runway," tambahnya.

Perluasan runway itu, kata Heru, untuk mengakomodir pesawat berukuran besar. Runway Bandara Banyuwangi ini diharapkan bisa dioperasikan secara maksimal dan bisa didarati pesawat besar seperti pesawat Boeing 737-900 ER

"Saat ini kami melakukan verifikasi dan sertifikasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk memverifikasi dan mensertifikasi progres pekerjaan perpanjangan dan pelebaran landasan," tambahnya.

Rencananya, perluasan runway ini akan dipublikasi secara internasional oleh Dirjen Perhubungan Udara pada awal Mei 2020 mendatang. Selain perluasan runway, Bandara Internasional Banyuwangi juga meningkatkan kapasitas parkir kendaraan. Area parkir kendaraan yang dari awalnya hanya berkapasitas 80 kendaraan kini diperluas menjadi kapasitas 180 atau 200 kendaraan.

"Dari kapasitas bisnya cuma 2 atau 1, bisa menjadi 4 kendaraan lebih. Dari yang saat ini dua kali lipatnya," tegasnya.

Terpisah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi perluasan runway Bandara Banyuwangi. Menurutnya, penambahan luasan runway ini juga sebagai bagian dari meningkatkan infrastruktur penunjnag pariwisata di Banyuwangi.

"Tentu dengan pesawat besar yang bisa datang ke Banyuwangi semakin banyak wisatawan yang akan datang," ujarnya.

Bandara Banyuwangi dikenal sebagai bandara pertama di Indonesia yang mengadopsi konsep terminal hijau. Desain terminal hijau ikonik yang menyita perhatian luas publik Indonesia itu dikerjakan arsitek Andra Matin.

Selain estetikanya indah dengan atap berbentuk penutup kepala khas Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi), bandara tersebut juga menginspirasi karena mengedepankan pendekatan hemat energi yang mengutamakan penghawaan udara alami, tidak memakai AC kecuali di ruang tertentu. Walhasil, biaya energinya sangat rendah, tercatat tujuh kali lebih rendah dibanding bandara sekelasnya.

Penanaman berbagai jenis tanaman, konservasi air, dan pencahayaan alami ikut mendukung konsep arsitektur hijau. Desain interior terminal dikonsep minim sekat untuk memperlancar sirkulasi udara dan sinar matahari. Berbagai sudut terminal dikelilingi kolam-kolam ikan yang berfungsi mengoreksi tekanan udara, sehingga suhu ruang tetap sejuk.

(iwd/iwd)