Massa Tolak Omnibus Law Enggan Berunding Bareng Gubernur dan DPRD Jatim

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 16:31 WIB
Massa buruh dan mahasiswa bergerak dari Bundaran Waru ke Frontage Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Mereka akan menggelar deklarasi tolak Omnibus Law.
Massa buruh di Frontage Ahmad Yani (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Massa buruh dan mahasiswa memutuskan tidak bergerak ke Gedung Grahadi dan DPRD Jatim. Mereka mengaku sudah tak percaya dan tak mau berunding dengan Gubernur dan DPRD Jatim soal penolakan omnibus law.

"Kita rundingan di sini saja (frontage A Yani). Gak usah rundingan sama gubernur dan anggota dewan," kata salah seorang orator di atas truk trailer komando yang mereka lintangkan menutup frontage, Rabu (11/3/2020).

Berdasarkan pantauan detikcom, mereka memblokir total Frontage Jalan Ahmad Yani di bawah kawalan ketat polisi. Akibatnya, puluhan kendaraan yang terlanjur masuk frontage tersebut tidak bergerak sama sekali.

Maka dari itu, petugas lalu lintas mengalihkan pengguna jalan yang menuju Kota Surabaya ke ke Jalan Ahmad Yani. Termasuk pengendara roda dua yang biasanya hanya boleh melewati frontage.

Pergerakan massa ke fontage dilakukan setelah mereka puas berorasi di Bundaran Waru selama kurang lebih tiga jam. Di fontage, mereka mengaku akan menggelar deklarasi tolak Omnibus Law.

Dalam orasinya, mereka juga menuntut pemerintah membatalkan Omnibus Law. Jika tidak, mereka akan melakukan mogok nasional.

"Kita disatukan di sini oleh Omnibus Law yang diciptakan mereka kawan. Yang sebelumnya tidak saling kenal. Karena kita adalah korban Omnibus Law," pungkasnya.

(sun/fat)