Tambang Pasir di Mojokerto yang Tewaskan Pekerjanya Ditutup

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 15:03 WIB
tewas tertimpa longsor
Lokasi tewasnya penambang pasir di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Polisi menutup lahan tambang pasir tradisional di Dusun Grogol, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Penutupan ini menyusul adanya seorang pekerja tambang yang tewas tertimpa tanah longsor di lokasi pagi tadi.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Yoga mengatakan penutupan dilakukan dengan memasang garis polisi di area tambang pasir tersebut. Selain itu, Polsek Kutorejo juga sudah mengimbau para penambang pasir tradisional tidak lagi bekerja di lokasi.

"Kami police line tidak boleh ada kegiatan, itu sudah paksaan (penutupan)," kata Dewa saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (11/3/2020).

Sampai saat ini, Dewa mengaku belum menerima informasi terkait identitas pemilik lahan tambang pasir tradisional tersebut. Pihaknya akan menggali keterangan dari warga sekitar dan pejabat setempat.

Dewa juga belum bisa memastikan adanya aktivitas penambangan pasir secara ilegal di lokasi kejadian. Pasalnya, saat salah seorang pekerja tewas tertimpa tanah longsor, sedang tidak ada aktivitas penambangan pasir di lokasi.

"Kecelakaan ini laporannya korban sedang benerin jalan, bukan lagi menambang. Pada saat itu juga tidak ada kegiatan tambang," terangnya.

Latif (50) tewas tertimpa tanah longsor saat bekerja membuat jalan untuk mengangkut pasir hasil tambang di lahan galian C Dusun Grogol, Desa Kepuhpandak pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB. Tanah longsor yang menimpanya dari tebing sekitar 5 meter di atas korban.

Bagian bawah tebing ini diduga bekas digali oleh korban secara manual untuk mencari pasir dan batu. Tubuh bapak tiga anak warga Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Mojokerto itu sempat tertimbun material tanah longsor dengan ketebalan sekitar 80 cm.

(iwd/iwd)