Johan Budi Datangi Disdukcapil Pacitan, Ini Komentarnya

Purwo Sumodihardjo - detikNews
Rabu, 11 Mar 2020 14:31 WIB
Johan Budi ke Pacitan
Johan berbincang dengan pemohon e-KTP (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan -

Anggota Komisi II DPR RI Johan Budi SP mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pacitan. Tak hanya mendengar laporan pejabat di institusi publik, politisi PDIP itu juga melihat langsung proses pelayanan. Bahkan Johan juga tampak berbincang dengan seorang pemohon.

"Jadi ke sini untuk ambil KTP-el ya?" tanya Johan kepada seorang remaja putri yang meninggalkan loket, Rabu (11/3/2020).

Pemohon pemula itu pun mengiyakan pertanyaan Johan. Mantan jubir KPK itu lantas meminjam e-KTP yang baru dicetak tersebut. Dokumen kependudukan berwarna biru itu lalu diarahkan ke lampu untuk diterawang. Rupanya Johan ingin memastikan keaslian serta kualitas bahan baku blankonya. Usai ngobrol sesaat, Johan menyilakan pemohon muda meninggalkan lokasi.

Selanjutnya, Johan yang didampingi Wabup Yudi Sumbogo menghampiri loket PT Pos Indonesia yang berada di penjuru ruang tunggu sebelah barat. Layanan tersebut sengaja dibuka untuk memudahkan pemohon e-KTP, khususnya yang tinggal di wilayah kecamatan atau pelosok pedesaan. Jika proses selesai, pemohon tak perlu repot datang mengambil e-KTP. Disdukcapil yang mengirim ke alamat pemohon melalui layanan Kantor Pos.

Wakil rakyat dari Dapil Jatim VII itu pun menyampaikan apresiasi terhadap inovasi Disdukcapil Pacitan tersebut. Kerjasama dengan penyedia jasa pengiriman, lanjut Johan, terbukti meringankan beban masyarakat. Tak hanya menghemat waktu dan tenaga, layanan yang dibuka sejak pertengahan 2019 itu juga dapat menekan biaya. Untuk diketahui, biaya pengiriman e-KTP hanya dikenakan biaya Rp 10 ribu. Tarif itu berlaku untuk semua alamat di wilayah kecamatan.

"Salah satu inovasi yang menurut saya tidak hanya mempermudah warga Pacitan, tetapi juga mempermurah gitu ya. Meminimalkan biaya. Bayangkan kalau dari (kecamatan) Bandar ke kota biayanya berapa? Tapi dengan fasilitas ini cukup bayar Rp 10 ribu," kata Johan Budi.

Sekretaris Disdukcapil Pacitan Hadi Subowo menjelaskan, inovasi itu dilatarbelakangi tantangan geografis wilayah berjuluk 'Kota 1001 Gua'. Dari 12 wilayah kecamatan yang ada, sebagian besar berupa gunung dan perbukitan. Jauhnya jarak antarwilayah juga menjadi kendala tersendiri bagi warga. Termasuk saat mereka harus mengambil sendiri e-KTP ke loket disdukcapil.

"Jadi seperti kita ketahui sebagian besar wilayah kita ini topografinya kan pegunungan. Jarak antara kecamatan dengan ibu kota kabupaten juga jauh. Karena itu kami coba kerjasama dengan Kantor Pos. Alhamdulillah, ternyata masyarakat terbantu," terang Hadi Subowo.

Selain ke disdukcapil, Johan Budi SP juga dijadwalkan mengunjungi beberapa satuan kerja lain di lingkup Pemkab Pacitan. Satu dinantaranya Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Selanjutnya, Johan juga dijadwalkan datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), Bawaslu, dan KPU.

(iwd/iwd)