Ini Cerita di Balik Pasutri Banyuwangi Minta Disumpah Pocong

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 17:16 WIB
sumpah pocong di banyuwangi
Sumpah pocong yang dilakukan pasutri Banyuwangi (Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Pasutri asal Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, telah melakukan sumpah pocong. Mereka meminta digelar sumpah mati itu lantaran dituduh memiliki ilmu santet atau sihir.

Tuduhan itu bermula lantaran ada tiga orang yang sakit di desa tersebut yang dinilai warga adalah karena ulah keduanya.

"Tuduhan itu bermula karena ada tiga orang yang sakit di desa kami. H, J, dan R sakit secara bersamaan. Mereka satu keluarga," ujar Kapolsek Wongsorejo AKP Kusmin kepada detikcom, Selasa (10/3/2020).

Dari satu keluarga yang sakit itu, kemudian muncul isu bahwa sakit ketiganya lantaran serangan ilmu santet atau sihir yang dimiliki oleh Pasutri H Sahir dan Hj Suhema ini.

"Ini karena adanya mimpi salah satu ketiga orang yang sakit itu. Katanya dua orang inilah yang membuat mereka sakit," tambahnya.

Hingga akhirnya, kabar tersebut meresahkan warga yang lain. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, akhirnya kedua keluarga yang berselisih terkait tuduhan itu dimediasi oleh perangkat desa dan aparat kepolisian.

"Mediasi pertama gagal ada kesepakatan. Mediasi kedua baru bisa sepakat damai dan saling memaafkan. Dan ketiganya sempat dirawat di RSUD ternyata kena penyakit lever," tambahnya.

Sumpah pocong ini, kata Kusmin, dilakukan untuk membersihkan nama pasutri tersebut atas tuduhan memiliki ilmu santet atau sihir. Sebab, nama baik keduanya diduga tercemar atas isu atau tuduhan dari masyarakat itu.

"Akhirnya dilakukan sumpah pocong. Kondisinya aman dan tidak ada gejolak," pungkasnya.

Lantaran dituduh memiliki ilmu santet atau sihir, pasangan suami-istri di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi meminta dilakukan sumpah pocong. H Sahir dan Hj Suhema melakukan sumpah mati di depan ulama setempat dengan disaksikan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sumpah pocong itu digelar di Masjid Babul Muttaqin, Sidowangi, Selasa (10/3/2020). Secara bergantian, pasangan suami-istri itu dibungkus kain kafan warna putih layaknya jenazah orang yang meninggal dunia. Kemudian mereka melafalkan kalimat sumpah yang disaksikan oleh puluhan warga.

(iwd/iwd)