Ironis, Atap SD Ini Rusak Berat Namun Perbaikan Nunggu Setahun Lagi

Charoline Pebrianti - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 12:58 WIB
sekolah rusak di ponorogo
Atap ruang kelas SDN 3 Pelem yang rusak (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Siswa di SDN 3 Pelem, Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Ponorogo ternyata harus bersabar. Sebab, kerusakan atap yang terjadi di ruang kelasnya tidak bisa langsung diperbaiki di tahun 2020 ini.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo Imam Muslihin bahkan mengatakan kondisi atap yang rusak itu aman dan tidak membahayakan. Imam mengaku pihaknya sudah mengecek kondisi fisik sarana dan prasarana di SDN 3 Pelem. Dan kondisinya dikatakannya masih bisa digunakan.

"Sudah masuk berat (kerusakan) tetapi masih bisa digunakan, tidak membahayakan," tutur Imam kepada detikcom, Selasa (10/3/2020).

Imam menambahkan SDN 3 Pelem tercatat terakhir di rehab tahun 2012 lalu. Menurut Imam, sudah waktunya sekolah tersebut diperbaiki sebab banyak kayu yang keropos.

"Rehab terakhir tahun 2012, sudah waktunya (diperbaiki) banyak kayu yang keropos dan kena air akhirnya jatuh," jelas Imam.

Menurut Imam, lokasi SDN 3 Pelem yang kurang strategis lah yang membuat SDN tersebut lebih cepat mengalami kerusakan. SDN 3 Pelem berada di tikungan tajam sehingga tak jarang banyak genteng yang jatuh akibat tersenggol badan atau bak truk yang lewat.

"Posisinya mepet dengan jalan tikungan, jadi ada genteng yang kesenggol truk," kata Imam.

Nantinya, lanjut Imam, jika ruang kelas 1 hingga kelas 4 kondisinya mengkhawatirkan, maka kerjasama dengan Pemdes, Komite dan Kepsek untuk mencari lokasi yang aman.

"Kondisi sekarang masih bisa digunakan, baik kayu atap, kusen maupun tembok. Jika nanti mengkhawatirkan kerjasama dengan pihak terkait untuk mencari lokasi aman," imbuh Imam.

Imam menjelaskan pihaknya akan mengusulkan perbaikan, pertama di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) di tahun 2020. Kedua, diusulkan di Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021.

"Sebab, selain di Pelem juga ada SD lain yang butuh perbaikan," ujar Imam.

Sebanyak 76 siswa SDN 3 Pelem, Desa Pelem, Kecamatan Bungkal belajar dalam kondisi mengkahwatirkan. Atap ruang kelas mereka keropos karena usia. Bila hujan, mereka terkena tampias air hujan.

"Ruang kelas 1 sampai kelas 4 yang atapnya mengkhawatirkan," tutur Wakasek SDN 3 Pelem, Misroto.

Misroto mengatakan plafon di kelas 1 sampai kelas 4 dicopot oleh pihak sekolah. Sebab, kondisi plafon banyak yang menjuntai. Khawatir jatuh dan kena siswa saat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Semoga tidak ada kejadian apa-apa terhadap siswa SDN 3 Pelem selama menunggu satu tahun untuk diperbaiki.

(iwd/iwd)