RSUD dr Mohammad Saleh Probolinggo Simulasi Penanganan Pasien Virus Corona

M Rofiq - detikNews
Minggu, 08 Mar 2020 17:43 WIB
simulasi antisipasi penyebaran virus corona
Simulasi penanganan virus corona (Foto: M Rofiq/detikcom)
Probolinggo -

Pemerintah Kota Probolinggo menyiagakan sejumlah petugas medis mengantisipasi bila ada warganya terkena virus corona. Mereka juga melakukan simulasi cara penanganan pasien, agar cepat dan tanggap saat menangani virus corona.

Dalam simulasi yang digelar di RSUD dr Mohammad Saleh, Kota Probolinggo, pasien datang menggunakan ambulan, kemudian tenaga medis mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap, langsung sigap merespon kedatangan pasien suspect corona.

Dari ambulan, pasien kemudian dipindahkan, dimasukkan ke ruang isolasi khusus pasien suspect virus corona. Dalam ruang isolasi, tersedi dua alat medis canggih guna mematikan virus dan bakteri, baik di tubuh maupun udara.

Alat medis tersebut bernama Dry Mist, yakni berupa alat disinfektan yang memilki kekuatan 1 kali 24 jam, berbentuk seperti corong. Lalu alat kedua, bernama Hepa Filter digunakan membunuh virus dan bakteri.

Plt RSUD dr Mohammad Saleh, Kota Probolinggo, dr Abraar Kuddah mengatakan, dalam penanganan pasien suspect virus corona, pihaknya menyiagakan 8 perawat pilihan. Dua perawat bertugas, menangani satu pasien dan dibagi menjadi 3 shift.

"Kalau alat medis yang kami miliki itu, satu-satunya yang ada di wilayah Tapal Kuda, Jatim. Yang jelas, penyiagaan ini sebagai langkah dini kami antisipasi adanya pasien suspect virus corona," terangnya kepada wartawan di lokasi, Minggu (8/3/2020).

Secara terpisah Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin mengimbau masyarakat tetap tenang terkait adanya warga Indonesia suspect virus corona. Hadi menyarankan, agar masyarakat fokus terhadap gaya hidup yang bersih dan sehat.

"Saat ini yang mesti dilakukan, yakni rajin cuci tangan dan menjaga diri, dengan hidup secara sehat. Jangan lupa jaga kebersihan lingkungan,"i mbaunya.

Di sela simulasi, pemerintah kota juga mengumpulkan para guide atau pelaku jasa wisata dan travel. Ini untuk mengedukasi penanganan awal, jika ada turis yang tersuspect virus corona.

Simak juga video Tetap Waspada! Pasien Corona Bisa Kembali Tertular Meski Sudah Sembuh:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)