Merebaknya Virus Corona, Antara Resah dan Berkah Bagi Warga Bondowoso

Chuk S. Widarsha - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 09:56 WIB
permintaan ekstrak temulawak, kunyit putih, dan jahe meningkat meningkat
Permintaan ekstrak temulawak, jahe meningkat (Foto: Chuk S. Widarsha/detikcom)
Bondowoso -

Virus corona atau covid-19 saat ini tengah menyedot perhatian dunia. Di beberapa negara sudah mulai banyak yang terjangkit. Mereka pun menggunakan berbagai cara menangkal penyebarannya.

Kendati masih terjadi di Jakarta. Namun, keresahan akan merebaknya virus itu mulai merembet juga ke daerah-daerah. Masyarakat pada umumnya menjadi resah.

Namun, tidak demikian bagi Rizky Setiawan (32), warga Desa Taman, Grujugan, Bondowoso. Sebab, gegara ramainya isu merebaknya virus corona itu, permintaan ekstrak temulawak, kunyit putih, dan jahe justru malah meningkat.

"Permintaan memang naik drastis. Bahkan hingga 10 kali lipat dibanding hari-hari biasa. Baik permintaan lokal maupun luar kota. Saya sampai kewalahan. Banyak permintaan yang tidak bisa terpenuhi," akunya, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (7/3/2020).

Menurut bapak dua anak ini, jika hari biasa dirinya mampu memproduksi ektrak kunyit putih dan temulawak sebanyak 100 kg per minggu, kini dapat mencapai 150-200 kg. Itupun tiap dua hari sekali.

"Permintaan terbanyak dari Jakarta dan Surabaya. Tapi kota lain, luar pulau, maupun beberapa negara tetangga juga cukup banyak," ujar Risky.

Hanya saja, melonjaknya permintaan ekstrak yang biasanya dibuat minuman itu tidak serta merta disambut suka cita oleh dia. Sebab, kebutuhan empon-empon corona sebagai bahan baku dasar pembuat ekstrak tersebut saat ini terbilang susah.

Kalau pun ada, harganya juga naik sampai 5-6 kali lipat dibanding biasanya. Sebagai contoh, harga temulawak dan kunyit yang biasanya cuma kisaran 5 ribu/kg, sekarang menjadi 30-an ribu.

"Tiap hari saya harus keliling ke pasar-pasar daerah sini untuk mencari bahan. Bahkan, hingga ke pasar di daerah Jember dan Situbondo. Kalaupun dapat, hanya 50-70 kg saja di setiap pasar," imbuh Rizky.

Tak hanya itu. Untuk memenuhi permintaan pasar, Rizky terpaksa harus menambah beberapa orang tenaga pembantu. Orang-orang tersebut direkrutnya dari tetangga yang ada di sekitar rumahnya.

Dia mengaku, permintaan ekstrak temulawak, kunyit putih, serta jahe memang membawa berkah, karena permintaan melonjak. Tapi dia juga kebingungan, karena kebutuhan bahan baku empon-empon makin mahal. Itu pun untuk mendapatkannya agak sulit.

(fat/fat)