Tak Sandar di Surabaya Gegara Corona, Kapal Pesiar Viking Sun Langsung ke Bali

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 19:45 WIB
Kapal Pesiar Viking Sun akhirnya berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, usai sebelumnya ditolak Pemkot Semarang. Kapal itu dibolehkan berlabuh tapi dengan syarat.
Kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya)
surabaya -

Kapal Pesiar Viking Sun tidak jadi bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada hari ini, Jumat (6/3/2020). Kapal tersebut tidak mendapat izin dari Pemerintah Kota Surabaya untuk bersandar karena adanya dugaan penumpang suspect corona.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, Muhammad Budi Hidayat memastikan tidak ada kapal pesiar yang bersandar hari ini. Menurutnya, KKP mengikuti keputusan dari Pemkot dan pihak terkait dalam penolakan penyandaran kapal tersebut.

"Gak jadi bersandar di Surabaya. Memang kalau bersandar harusnya tadi jam 4 subuh. Karena sudah tidak diizinkan jadi kapal gak mampir. Kita sepeti biasa saja melakukan pengawasan pelabuhan secara normal," kata Budi kepada detikcom, Jumat (6/3/2020).

Budi menjelaskan, bahwa kapal tersebut tidak masuk sama sekali di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak. Selain itu, Budi juga menyampaikan bahwa kapal pesiar berpenumpang 1.288 orang tersebut tidak mengajukan untuk sandar sementara di Surabaya guna keperluan logistik. Kapal tersebut berlayar dari Semarang dan langsung menuju ke Tanjung Benoa, Bali.

"Kita ikuti Pemkot, karena ini wilayah mereka, dan Surabaya adalah rakyat mereka. Jadi gak ada izin kapal pesiar sandar," tegasnya.

Meski kapal pesiar batal sandar, pihaknya masih mengawasi kapal barang dari luar negeri. Tercatat, sejak Februari 2020, ada 115 kapal baik itu mengangkut cargo maupun container.

"Kapal cargo dan lain-lain tidak ada masalah, semua dicek normal dan sesuai SOP. Awak kapalnya kita cek sehat semua. Kapal-kapal ini rata-rata membawa barang dari Singapura, Hong Kong. Tidak dari Tiongkok, tapi kalau kapalnya ada bendera Tiongkok, karena itu milik orang sana," terangnya.

Dirinya menambahkan, KKP dengan Syahbandar, Dinas Kesehatan dan Pelabuhan akan terus berkoordinasi dan bekerja sesuai SOP untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di Pelabuhan.

Simak juga video Penampakan Kapal Pesiar yang Dilarang Turunkan Penumpang di Semarang:

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)