Rahasia Candi Keboireng Makin Misterius dengan Ditemukannya Kepala Kala

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 06 Mar 2020 11:51 WIB
candi keboireng
Candi Keboireng (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim meyakini Candi Keboireng yang ada di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Namun, keyakinan itu bisa meleset seiring dengan temuan kepala Kala dan dua perwara.

"Candi ini ditemukan pada 1983. Pada 1984 ditemukan relief Surya, dan identifikasi sebagai Surya Majapahit itu. Terus ada temuan Makara yang berbentuk naga pada 1985. Ada juga temuan benda-benda lainnya yang sudah dipindahkan ke Trowulan," kata Wicaksono Dwi Nugroho, arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, di lokasi, Jumat (6/3/2020).

Wicaksono menjelaskan sudah lama tak dilakukan penelitian di Candi Keboireng. Berdasarkan data-data sebelumnya, Candi Keboireng diidentifikasi peninggalan Kerajaan Majapahit.

Dengan penemuan kepala Kala dan dua perwara di kompleks percandian ini, penelitian kembali dilakukan. Pihaknya tengah melakukan ekskavasi dan melakukan penelitan dan kajian lebih jauh.

"Sebelumya dinyatakan ini dari masa Majapahit. Tapi ini sedang saya analisis temuan-temuannya yang terbaru. Akan kita teliti lagi apakah benar dari Majapahit atau lebih tua dari itu," ungkap Wicaksono.

Arca kepala Kala ditemukan di kompleks Candi Keboireng, Pasuruan, Sabtu (29/2). Kepala Kala sepanjang 84 sentimeter dengan tinggi 55 sentimeter ini ditemukan usai permukaan tanah tersingkap tergerus hujan.

Tim arkeolog BPCB Jatim kemudian melakukan ekskavasi. Dalam proses ekskavasi ditemukan dua perwara, candi kecil pelengkap kompleks percandian Kebongireng di sebelah barat atau bagian depan.

Candi Keboireng sendiri sudah ditemukan sejak 1983. Candi yang sudah mengalami keruntuhan ini berada di pekarangan warga kemudian dihibahkan ke negara.

Bentuk asli candi berukuran 6,5 meter X 6,5 meter mengerucut di atasnya seperti menara. Saat ini struktur candi berupa tumpukan batu andesit, dengan batu isian berupa batu bata. Sebagian besar reruntuhan batu bangunan dan benda-benada yang ditemukan disimpan di Museum Trowulan.

(iwd/iwd)