Diyakini Cegah Corona, Rempah-rempah Instan di Mojokerto Laris Manis

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 19:25 WIB
rempah-rempah corona
Usaha rempah-rempah yang omzetnya naik saat ini (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Konsumsi rempah-rempah diyakini bisa mencegah virus corona karena mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Keyakinan itu yang membuat penjualan rempah-rempah bubuk instan di Mojokerto meroket hingga 10 kali lipat.

Itulah yang dirasakan Mustiko Romadhoni (26), produsen sekaligus pedagang rempah-rempah bubuk instan di Dusun Pasinan, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Penjualan produknya naik hingga 10 kali lipat sejak sepekan terkahir. Yaitu sejak corona masuk Indonesia.

"Sebelum ada corona, saya hanya kirim 5-10 bungkus per hari. Muculnya virus ini penjualan saya naik sampai 50-100 bungkus per hari," kata Mustiko kepada wartawan di rumahnya, Kamis (5/3/2020).

Pemuda 26 tahun ini memproduksi sendiri berbagai jenis rempah-rempah instan. Mulai dari jahe merah, jahe emprit, kunyit, temulawak, kurkuma, mengkudu, beras kencur, serta rempah lainnya.

Rempah-rempah itu dia olah menjadi bubuk yang siap untuk diseduh dengan air hangat. Proses produksi rempah-rempah instan ini dia kerjakan di wilayah Trawas, Kabupaten Mojokerto.

"Nama produk saya Cendhani. Ada jahe merah, jahe jos atau jahe emprit, temulawak, kunyit, kunyit asam, beras kencur, kencur dan lainnya. Semuanya ada 12 produk," ujarnya.

Melonjaknya penjualan rempah-rempah bubuk instan buatannya, diakui Mustiko terjadi sejak virus corona masuk Indonesia. Menurut dia, produk paling laris jenis jahe merah dan temulawak. Selain dari Mojokerto, pembelinya datang dari Surabaya, Malang dan Jakarta.

"Sempat kemarin saya ditanya pembeli dari Jakarta. Mas tahu tidak kalau produk ini bisa menangkal corona. Saya jawab, kabar yang beredar iya, tapi saya tidak berani memastikan. Dia akhirnya beli karena katanya bisa menangkal corona. Pertama dia beli 50 bungkus, kedua beli 100 bungus. Semua produk dia beli, tapi paling banyak jahe merah dan temulawak," terangnya.

Mustiko enggan mengklaim produknya mampu menangkal virus corona. Karena dia belum pernah meneliti khasiat rempah-rempah instan buatannya terkait virus mematikan itu. Hanya saja dia meyakini, rempah-rempah mampu meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan virus dan bakteri.

"Menurut saya rempah-rempah ini untuk kekebalan tubuh. Masyarakat harus mengonsumsi setiap hari agar tubuh kebal dari berbagai penyakit, dari virus corona khususnya," tegasnya.

Naiknya penjualan rempah-rempah instan buatan Mustiko otomatis mendongkrak omzetnya. Produknya itu dia patok Rp 15.000 per bungkus untuk kemasan 200 gram dan Rp 5.000 per bungkus untuk kemasan 75 gram. Sehingga omzetnya kini tembus Rp 750.000-1.500.000 per hari.

"Keuntungan saya 20 persen dari harga jual. Alhamdulillah keuntungan ikut naik," tandasnya.

Polres Jakarta Utara Tangkap Dua Pelaku Penimbun Masker:

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)