Agar Bisa Ekspor, Koperasi dan IKM Banyuwangi Dapat Pelatihan dari Kemenkop

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 19:19 WIB
kemenkop banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Kementerian Koperasi dan Komisi VI DPR RI menggelar pendampingan dan pelatihan manajemen berbasis kompetensi bagi Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (K-UKM) di Kabupaten Banyuwangi. Koperasi dan UMKM di Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini mendapatkan pendamping tentang tata cara pengelolaan barang ekspor.

Totak sebanyak 30 peserta yang terdiri dari anggota Koperasi dan UMKM di Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini turut hadir dalam acara yang digelar Kamis (5/3/2020).

Acara yang di buka oleh Anggota DPR RI Komisi VI DPR RI - Sonny T. Danaparamita ini, juga dihadiri oleh Asdep Standarisasi dan Sertifikasi Produk SDM Koperasi dan UMKM Kementrian Koperasi yang diwakili Kabid Pengembangan Standarisasi SDM KUMKM Lely Hiswendari, Kabid hortikuktura, Asdep Pertanian dan Perkebunan pada Kementerian Koperasi, Ginda P Siregar. Sementara narasumber ajang ini yakni Hadi Boesro dari Perkumpulan Profesi Ekspor Impor Indonesia (Indo-Eximpro).

"Kita harus bisa membaca peluang dari komoditi yang ada di sekitar kita untuk dijadikan produk ekspor," ujar Hadi Boesro, saat membuka pendampingan Koperasi dan UKM di Banyuwangi.

Menurutnya, perlu adanya pendampingan khusus untuk menembus pasar ekspor. Khususnya Eropa dan Amerika.

"Sebagai eksportir baru, banyak hal yang perlu diketahui, salah satunya supaya kita tidak salah menawarkan produk ke negara yang dapat membeli produk kita dengan harga tinggi. Tentunya kita punya standar produk dan kualitas produk yang stabil, serta ketersediaan jumlah produk untuk dapat memenuhi permintaan pembeli," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Standarisasi SDM KUMKM pada Kementerian Koperasi Lely Hiswendari berharap pelatihan ini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Kementrian Koperasi melakukan pendampingan kepada UKM Banyuwangi lantaran Kabupaten ini selalu konsen dengan perekonomian kerakyatan.

"Sebenarnya proses eksport tidak sulit jika mengetahui caranya, maka pelatihan ini adalah waktu yang tepat untuk mempelajarinya." tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI-Sonny T. Danaparamita menyatakan bangga dengan kolaborasi dua Asisten Deputi untuk bergerak bersama meningkatkan kompetensi SDM UMKM di Banyuwangi. Dirinya berharap dapat terus saling memfasilitasi sehingga dapat melaksanakan kegiatan serupa di Kabupaten Situbondo dan Bondowoso.

Menurut Sonny, Banyuwangi memiliki DNA pariwisata dengan kuliner yang khas. Sehingga agar sejalan, kualitas produk UMKM harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing.

"Dengan pelatihan ini, UMKM yang telah memiliki produk export namun masih menumpang dengan pihak lain diharapkan termotivasi dan mampu meningkatkan kualitasnya, baik dalam produk maupun packaging," harap Sonny.

Sonny menambahkan, Kegiatan ini diupayakan tidak hanya menjadi ceremonial, tetapi berkelanjutan sehingga peserta yang rutin mengikuti pelatihan mendapat reward dan sertifikasi.

Saat ini pemerintah kabupaten Banyuwangi mendorong pengembangan destinasi wisata di berbagai pelosok desa. Salah satunya menampilkan foodstreet. Berbagai kuliner khas Banyuwangi disajikan dengan tampilan menarik.

"Maka UMKM di Banyuwangi harus turut andil, terutama jika telah mampu meningkatkan kualitas produknya" tegasnya.

Terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik kegiatan pendampingan dan pelatihan ekspor untuk koperasi dan UKM di Banyuwangi. Hal ini akan membuka peluang bagi masyarakat Banyuwangi untuk memulai bisnis dengan jangkauan yang lebih luas.

"Sebenarnya sudah banyak UKM Banyuwangi yang sudah melakukan ekspor. Namun dengan pelatihan seperti ini, kita harap akan semakin bertambah. Anggota DPR RI berkolaborasi dengan Kementrian sangat konsen dengan Banyuwangi. Kami ucapkan terima kasih atas dukungannya," pungkasnya.

(iwd/iwd)