Jatim Hari Ini: Pendeta Diduga Cabul-Pedangdut Lagu Corona Minta Maaf

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 21:01 WIB
Pedangdut, pencipta dan produser lagu Komunitas Rondo Merana (Corona) meminta maaf. Mereka tidak menyangka lagu itu viral dan meresahkan berbagai pihak.
Pedangdut Lagu Corona, Alvi Ananta/Foto file: Ardian Fanani
Surabaya -

Ada sejumlah berita dari Jawa Timur yang hari ini mencuri perhatian banyak pembaca. Mulai dari soal pendeta yang diduga cabul hingga tentang pedangdut Lagu Corona yang minta maaf.

Berikut rangkuman beritanya:

Dugaan Pencabulan 17 Tahun oleh Pendeta Terungkap Saat Korban Hendak Nikah

Seorang pendeta dari salah satu gereja di Embong Sawo, Surabaya, dilaporkan mencabuli jemaatnya. Aksi pencabulan ini telah dilakukan selama 17 tahun, sejak korban berusia 9 tahun. Aksi ini baru terungkap saat korban hendak menikah.

Aktivis Perempuan dan Anak Jeannie Latumahina mengatakan, korban mengungkapkan tekanan yang dirasakannya saat hendak menikah. Sebelumnya, Jeannie diminta pihak keluarga mengawal proses hukum yang berlangsung di Polda Jatim.

"Demikian proses ini sudah berlangsung lama. Jadi ketika anak ini akan melangsungkan pernikahan dan meminta dilangsungkan di gereja tersebut dan dia akhirnya menceritakan hal yang semestinya tidak terjadi di tempat ibadah itu," kata Jeannie kepada detikcom di Surabaya, Selasa (3/3/2020).


Jeannie menambahkan pihak keluarga langsung melaporkan hal ini ke polisi. Menurut Jeannie, apa yang dilakukan pendeta tersebut sangat tidak pantas.

"Jadi proses penyelidikan sedang berlangsung di kepolisian. Dalam hal ini langsung melapor ke Polda. Jadi anak ini dia mengalami suatu hal yang tidak sepantasnya dari kecil dari usia 9 tahun," imbuhnya.

Tak hanya itu, Jeannie juga mengaku miris. Terlebih pendeta yang melakukan pencabulan bukan pendeta biasa, melainkan salah satu pemimpin di gereja tersebut. Jeannie berharap polisi segera menangkap pelaku pencabulan tersebut.

"Proses ini sedang berlangsung saat ini. Kami juga mengharapkan dan kami juga memberikan apresiasi kepada kepolisian yang cepat memproses kasusnya," pungkas Jeannie.