Setelah 10 Tahun Dipasung, Sianto Akhirnya Bebas Hari Ini

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 03 Mar 2020 19:21 WIB
dipasung
Sianto yang dipasung akhirnya dibebaskan hari ini (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Setelah hampir 10 tahun hidup dipasung, Sianto (47), warga Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, akhirnya dibebaskan. Pengobatan medis akan diberikan di RSJ Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang.

Sianto dipasung oleh keluarga karena diduga depresi. Lokasi pemasungan berada di belakang rumah orang tuanya. Atap sederhana menahan Sianto dari teriknya matahari dan hujan.

Masing-masing kedua kaki Sianto dibiarkan menjulur ke depan masuk ke dalam dua beton yang ditumpuk untuk mengunci kedua mata kakinya.

Tak hanya itu, gelang besi juga dibuat untuk mengikat kedua pergelangan kakinya. Dengan begitu, Sianto tak dapat berdiri dan hanya bisa duduk dengan kaki menjulur ke depan.

Salah satu perangkat desa menyebut, jika Sianto dulunya normal seperti pemuda desa pada umumnya. Semua berubah ketika Sianto gagal menikah dengan gadis asal Kota Batu. Sejak saat itulah Sianto diduga depresi dan seringkali membahayakan keluarga dan warga sekitar.

Foto: Muhammad Aminudin

"Dipasung karena depresi, kalau tidak begitu membahayakan orang lain. Orang tuanya saja mau dibunuh. Kalau tidak salah sudah 10 tahun dipasung begini," ujar Sabar salah satu perangkat desa ditemui detikcom di lokasi, Selasa (3/3/2020).

Sabar menyebut upaya untuk menyembuhkan Sianto secara medis selalu gagal karena orang tuanya menolak. Karena itulah Sianto seringkali kambuh dan berteriak-teriak ingin melepaskan diri.

"Mau dibawa ke rumah sakit ditolak keluarga, khususnya orang tua. Jadi masih dalam kondisi butuh penyembuhan," sebut dia.

Siang tadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar datang untuk membebaskan Sianto dari pemasungan. Evakuasi melibatkan tim medis dari RSJ Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang.

"Proses pemasungan kami harap bisa dizerokan. Memang dari berbagai pengalaman di lapangan, peran keluarga sangat penting. Karena tertib dan disiplinkan mengonsumsi obat, memang kalau membebaskan pasung berbasis masyarakat, kita harus memastikan siapa yang bertanggung jawab melakukan monitoring," ungkap Khofifah.

Khofifah menyebut ada 29 kabupaten memiliki Posyandu Kesehatan Jiwa di Jawa Timur. Untuk memberikan pendampingan usai penanganan medis.

"Ada 29 wilayah di Jawa Timur yang telah memiliki 29 Posyandu Kesehatan Jiwa, jadi pasca recovery medik juga ada recovery sosial terkait pemberdayaan ekonomi dan berbagai hal yang dibutuhkan," sebut Khofifah.

(iwd/iwd)