Pelajar di Lamongan Bikin Aplikasi Ini untuk Jawab Keluhan Tukang Becak

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 09:09 WIB
Sepinya penumpang becak di Lamongan memberi inspirasi pada pelajar ini. Ia membuat sebuah aplikasi layanan becak secara online yang disebut Go-cab.
Muhammad Hariz Izzudin (kanan)/Foto: Istimewa
Lamongan -

Sepinya penumpang becak di Lamongan memberi inspirasi pada pelajar ini. Ia membuat sebuah aplikasi layanan becak secara online yang disebut Go-cab.

Pelajar tersebut bernama Muhammad Hariz Izzudin. Ia siswa kelas 11 Madrasah Aliyah (MA) Sains Roudlotul Qur'an Lamongan.

"Saat ngobrol dengan tukang becak tersebut, saya tahu keluh kesah para penarik becak yang mulai tersaingi sejak kehadiran ojek online," kata Hariz kepada wartawan, Sabtu (29/2/2020).


Dari curhatan para penarik becak ini, lanjut Hariz, ia kemudian berpikir untuk bisa membantu mereka dengan kemampuan yang ia miliki. "Saat itulah saya berpikir untuk membuat aplikasi becak online. Layaknya untuk membantu penarik becak mendapatkan order," katanya.

Hariz yang tinggal di Dusun Glendeh, Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup mengaku, ia menamakan aplikasinya Go-cab bukan tanpa alasan. Tapi padanan kata Go yang dalam bahasa Inggris berarti pergi dan cab yang berasal dari kata pedicab yang berarti becak.

Hariz menjelaskan, aplikasi Go-cab yang mulai ia buat pada akhir Juli 2019 itu memiliki 3 fitur layanan. Yaitu Go-bela, Go-caktip dan Go-jet.

Selanjutnya
Halaman
1 2