Kakak Adik Perlakukan Tak Senonoh Mayat Bocah SD yang Dibunuhnya, untuk Apa?

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 18:31 WIB
pembunuhan di mojokerto
Trisno Sutejo, pelaku pembunuhan Dio (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Trisno Sutejo (19), warga Dusun Sangkan, Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Mojokerto sempat memperlakukan tak senonoh mayat bocah SD yang telah dia bunuh. Polisi menduga, tersangka melakukan perbuatannya untuk melampiaskan amarahnya.

Trisno bersama adik kandungnya IS (17) ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Ardio Wilian Oktaviano alias Dio (13), warga Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Mojokerto. Trisno mencekik dan membenturkan kepala korban ke pembatas Jembatan Gumul, petak 31 hutan Desa/Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, Rabu (29/1) sekitar pukul 23.10 WIB.

Setelah menginjak-injak tubuh Dio hingga tidak bergerak, Trisno menusukkan sebatang bambu ke dubur korban. Bambu itu berukuran 22 cm dengan diameter sekitar 1,5 cm. Dibantu IS, Trisno lantas melempar mayat Dio ke sungai tempat di bawah Jembatan Gumul.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Julian Kamdo Waroka mengaku belum mendapatkan keterangan dari Trisno terkait tujuan tersangka menusuk dubur korban dengan bambu. Menurut dia, sampai saat ini tersangka masih memberi keterangan yang berbelit.

"Kami masih belum dapatkan keterangan tersangka kenapa dia menusuk korban. Kemungkinan dia marah berlebihan karena motifnya dendam terhadap korban," kata Waroka kepada wartawan, Kamis (27/2/2020).

Waroka memastikan, Trisno menusukkan bambu ke dubur Dio saat bocah kelas IV SDN Ketemasdungus itu sudah tidak bernyawa. "Hasil autopsi juga gitu. Korban meninggal karena cekikan dan benturan. Sudah mati ditusuk pakai bambu," terangnya.

Ia juga menegaskan, batang bambu yang digunakan menusuk dubur Dio sudah disiapkan oleh tersangka. Bambu kecil ini nampak dipotong tumpul secara rapi pada kedua ujungnya.

"Yang pasti dia (tersangka sudah siapkan bambu itu," tandasnya.

Mayat Dio baru ditemukan pengguna jalan di bawah Jembatan Gumul pada Kamis (30/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban tengkurap di dasar sungai yang sedang dangkal. Separuh kepala siswa kelas IV SDN Ketemasdungus ini menancap di lumpur.

Tubuh bocah yang usianya belum genap 13 tahun itu ditemukan sekitar 5 meter di bawah jembatan. Jembatan ini berada di jalan tengah hutan yang menghubungkan Mojokerto dengan Lamongan.

Trisno dan IS tega membunuh Dio karena dendam setelah tahu adik mereka berinisial SS dipukul dan diejek korban saat di sekolah. Dio merupakan teman satu sekolah SS di SDN Ketemasdungus. Meski usianya 13 tahun lebih, korban masih duduk di bangku kelas IV.

Tonton juga Rekonstruksi Pembunuhan Bocah oleh Sales Alat Dapur :

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)