Kolam Pancing Ganggu Kajian Petirtaan Majapahit di Jombang, Ini Kata Pemilik

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 15:01 WIB
Pembangunan Kolam Pancing Ganggu Kajian Situs Petirtaan Suci Majapahit di Jombang
Pembangunan Kolam Pancing Ganggu Kajian Situs Petirtaant di Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang -

Kajian arkeologi terhadap petirtaan suci Majapahit di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang terganggu pembangunan kolam pemancingan ikan. Kendati begitu, pemilik lahan enggan menghentikan pembangunan kolam pancing dengan sejumlah alasan.

Kolam pancing itu milik pengusaha lokal Desie Retnowardhani, warga Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Jombang. Pembangunan kolam pancing di atas lahan pertanian milik Desie dengan luas sekitar 1.400 meter persegi di Dusun Sumberbeji.

Penggaliannya menggunakan ekskavator atau alat berat. Sawah yang digali untuk kolam pancing sekitar 20 x 30 meter persegi. Kolam pancing dibuat dengan kedalaman sekitar 1 meter. Jarak kolam ini hanya sekitar 6 meter di sebelah timur situs petirtaan suci Majapahit.

"Iya benar kolam itu milik saya, mau saya pakai kolam pancing," kata Desie saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (27/2/2020).

Ia nekat membangun kolam pancing di lahan yang berpotensi terdapat situs purbakala karena merasa sudah mendapat lampu hijau dari Kepala Desa Kesamben dan Paguyuban Peduli Budaya Sumberbeji. Desie berpendapat, adanya kolam pancing miliknya akan membuat situs petirtaan suci Majapahit ikut ramai pengunjung.

"Kalau di situ ada kolam pancing kan situs Sumberbeji ikut ramai. Mari dikelola bareng-bareng. Saya ikut meramaikan, tapi sepertinya niatan saya tidak disambut baik orang-orang tertentu," ujarnya.

Desie menampik terdapat 3 bongkahan struktur purbakala yang ditemukan saat penggalian kolam pancing. Menurut dia, bongkahan bata merah kuno itu berasal dari situs petirtaan suci Majapahit.

"Sawah saya kan dipakai buangan tanah ekskavasi dulu yang memamkai ekskavator besar. Saat meratakan tanah saya, ada bongkahan itu. Saya panggil dari petugas BPCB, saya tunjukkan supaya dicuci barang kali berharga. Saya bilang itu bukan kesalahan saya. Karena dari ekskavator besar yang membuang tanah ke lahan saya," ungkapnya.

Meski dinilai menggangu kajian situs petirtaan suci Majapahit, Desie tidak akan menghentikan pembangunan kolam pancing di sawah miliknya. Bahkan, dia menyatakan akan mengoperasikan kolam pancing itu dalam waktu dekat.

"Saya inginnya ada kerjasama yang baik. Kalau ada masalah mari dipecahkan bersama. Tidak seenaknya sendiri," tandasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2